• Mount Elizabeth

Skrining & Diagnosa

  • Deteksi Dini Menyelamatkan Hidup

    Mount Elizabeth Cancer Screening

    Kanker kolorektal adalah salah satu kanker yang umum terjadi dan Anda dianjurkan untuk menjalani skrining kolorektal mulai usia 50 tahun. Kanker kolorektal stadium awal dapat tidak menunjukkan gejal dan deteksi dini dapat sangat meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatannya.

    Untuk membuat janji temu dan bila ada pertanyaan, silakan hubungi hotline 24 jam Pusat Bantuan Pasien (Central Patient Assistance Centre) di nomor +65 6735 5000.

    Bertanya atau Membuat Janji Temu

     

  • Skrining Kanker

    Diagnosa skrining kanker

    Skrining kanker berpotensi menyelamatkan hidup karena berbagai kanker dapat diobati dengan efektif bila dideteksi secara dini. Pada beberapa kanker, adanya gejala dapat menunjukkan bahwa penyakit tersebut telah menyebar dan mungkin telah mencapai stadium lanjut, sehingga pengobatannya menjadi lebih sulit.

    Tes skrining membantu melihat adanya jaringan yang abnormal dan tanda-tanda awal kanker, bahkan terkadang sebelum timbulnya gejala.

    Skrining khususnya efektif bagi pencegahan dan deteksi dini kanker seperti kanker payudarakanker serviks dan kanker kolorektal.

    Anda disarankan untuk menjalani skrining kanker bila memiliki faktor-faktor risiko berikut:
    (Pada beberapa kasus, skrining tidaklah berkaitan dengan faktor risiko dan Anda tetap harus menjalani uji skrining seperti Pap smear untuk kanker serviks.)

    • Usia yang meningkat
    • Konsumsi alkohol yang sering dan dalam jumlah berlebih
    • Riwayat kanker dalam keluarga
    • Infeksi, telah terinfeksi virus, seperti virus papiloma manusia (HPV), Hepatitis B atau C
    • Obesitas
    • Merokok
    • Bekerja dekat dengan bahan-bahan yang dapat menyebabkan kanker, seperti bahan kimia pada industri

    Perhatikan tanda-tanda peringatan dini untuk kanker dan periksalah ke dokter bila Anda memiliki salah satu dari hal-hal berikut ini:

    1. Benjolan, pada tubuh Anda baik yang terasa sakit maupun tidak, misalnya pada leher, payudara, ketiak atau lipatan paha
    2. Luka atau borok pada tubuh Anda yang tak kunjung sembuh
    3. Perubahan pada tahi lalat yang terdapat pada kulit Anda, misalnya perubahan ukuran, bentuk, atau warnanya
    4. Mimisan yang abnormal, atau pendarahan dari bagian tubuh yang lain, atau terdapat darah dalam tinja Anda

    Berikut ini adalah tes skrining kanker yang umum dilakukan:

     

    Skrining kolonoskopi untuk kanker kolorektal

    Tes darah alfa fetoprotein, tes PSA, tes CA-125, tes darah okul feses

    Pemeriksaan darah ini dilakukan bersama dengan berbagai uji lainnya untuk deteksi dini beragam jenis kanker. Tes darah okul feses memeriksa apakah terdapat darah pada tinja, sementara tes yang lainnya memeriksa apakah terdapat penanda tumor di dalam darah. Tes penanda tumor ini bukan merupakan bagian dari rekomendasi resmi untuk skrining kanker.

    Kolonoskopi, kolonoskopi maya

    Tes ini dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan abnormal pada usus besar, misalnya polip pada usus besar yang dapat berkembang menjadi kanker.

    Dosis rendah heliks tomografi terkomputasi (dosis rendah heliks CT scan)

    Dilakukan untuk skrining kanker paru, dan biasanya dilakukan pada pasien yang memiliki riwayat merokok yang bermakna.

    Mamografi

    Merupakan pemindaian payudara yang dilakukan untuk skrining pertumbuhan abnormal atau tumor pada wanita yang dengan atau tanpa gejala dan tanda-tanda kanker payudara.

    MRI payudara

    Tes pencitraan ini bukan merupakan alat skrining standar dan dilakukan pada wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker payudara.

    Pemeriksaan pap smear dan virus papiloma manusia (HPV)

    Pap smear memeriksa apakah terdapat sel yang bersifat kanker atau abnormal pada serviks. Karena infeksi HPV dapat menjadi precursor kanker serviks, pemeriksaan terhadap keberadaan virus HPV dapat mencegah penyebarannya dan membantu mendeteksi kanker secara dini.

    Ultrasonografi transvagina

    Tes pencitraan ini bukannya tes skrining rutin. Tes ini dilakukan untuk memindai ovarium (indung telur) dan uterus (rahim) untuk membantuk mendeteksi kanker ovarium dan kanker endometrium.

  • Diagnosa Kanker

    dokter laboratorium mikroskop kanker

    Gejala, teknik pencitraan, uji diagnostik dan biopsi semuanya digunakan untuk membantu dokter mendiagnosa kanker.

    Teknik pencitraan seringkali digunakan untuk mendeteksi keberadaan tumor di dalam tubuh. Teknik ini meliputi sinar X, pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan), pemindaian pencitraan resonansi magnetik (MRI scan), pemindaian tomografi emisi positron (PET scan), dan pemindaian ultrasonografi.

    Suatu cara konfirmasi untuk mendiagnosa kanker adalah dengan melakukan biopsy dan memeriksa sel di bawah mikroskop. Beragam uji diagnostik pada level molecular juga dapat digunakan untuk membantu mendiagnosa kanker, termasuk analisa DNA serta kadar gula, lemak dan protein dalam tubuh Anda.

    Setelah diagnosa, dokter akan menentukan stadium kanker dan seberapa luas penyebarannya. Hal ini membantu untuk menentukan pengobatan yang tepat dan membantu dokter untuk membuat suatu prognosa.

    Kanker seringkali digolongkan berdasarkan stadium yang dapat mencapai hingga stadium 4. Kanker stadium 1 cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pengobatan, sementara kanker stadium 4 merupakan stadium akhir dan menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Bertanya atau Membuat Janji Temu Spesialis Kami