• Mount Elizabeth

Kesehatan Lutut

  • Kondisi Lutut Umum

    knee pain in runner

    Lutut adalah struktur penting tubuh yang bertanggung jawab untuk bergerak dan menahan beban. Lutut adalah salah satu sendi terbesar dalam tubuh yang terdiri dari 3 tulang: tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung lutut (patela). Ketiganya menyatu oleh jaringan ligamen yang luas, tulang rawan, tendon, dan otot. Cedera lutut dapat disebabkan oleh kegiatan olahraga atau rekreasi, jatuh tak disengaja, dan kegiatan sehari-hari. Kebanyakan cedera ringan seperti luka dan memar dapat sembuh sendiri, tetapi cedera tertentu dapat menyebabkan kondisi serius yang dapat memengaruhi fungsi lutut dalam jangka panjang.

    Cedera lutut pada tahap awal dapat muncul dengan gejala samar yang bisa memburuk seiring waktu. Pelajari lebih lanjut tentang gejala dan kondisi umum yang memengaruhi lutut, serta penanganan khusus yang tersedia di Mount Elizabeth Hospitals.

    Pemeriksa gejala: Kondisi Apa yang Anda Miliki?

    Gunakan pemeriksa gejala kami untuk mengetahui kondisi umum apa yang bisa menjadi penyebab gejala yang Anda alami.
    Klik pada gejala-gejala yang Anda alami.

    matching conditions

    Ligamen Silang Anterior (ACL)

    knee injury

    Ligamen silang anterior adalah salah satu ligamen penstabil utama di lutut. Cedera ligamen silang anterior adalah robekan pada ligamen silang anterior. Cedera pada ligamen silang anterior sering terjadi pada orang yang berolahraga dengan gerakan start-stop, berputar, atau tiba-tiba berganti arah. Olahraga-olahraga ini di antaranya: sepak bola, bola jaring, tenis, menari, dan ski.

    Gejala-gejalanya termasuk bunyi letupan ketika ligamen pecah, sulit menggerakkan lutut, perasaan tidak stabil, dengan lutut seperti 'jatuh' selama aktivitas sehari-hari, nyeri segera setelah cedera, bengkak di area lutut yang terkena dalam waktu 4-12 jam, atau berjalan dengan pincang yang menyakitkan.

    Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, konsultasikan dengan spesialis ortopedi Anda. Dokter akan merekomendasikan opsi penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan gaya hidup Anda. Ketahui lebih lanjut tentang opsi perawatan dan layanan rehabilitasi olahraga yang tersedia.

    Robekan Meniskus

    Robekan meniskus

    Robekan meniskus terjadi ketika salah satu potongan tulang rawan di lutut terluka dan robek. Meniskus adalah tulang rawan kecil berbentuk huruf C yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi lutut. Robekan meniskus terjadi saat gerakan yang memaksa memutar lutut saat kaki terpacak kuat, yang dapat terjadi pada olahraga kontak fisik, seperti basket atau sepak bola.

    Gejala robekan meniskus antara lain: bunyi klik atau letupan saat bergerak, rentang gerakan terbatas, sensasi penguncian (tidak mampu meluruskan lutut), nyeri di salah satu sisi lutut, bengkak pada garis sendi atau nyeri tekan di sepanjang garis sendi.

    Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, konsultasikan dengan spesialis ortopedi Anda. Dokter akan merekomendasikan opsi penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan gaya hidup Anda. Ketahui lebih lanjut tentang opsi perawatan dan layanan rehabilitasi olahraga yang tersedia.

    Nyeri Lutut Anterior

    runner with knee pain

    Nyeri lutut anterior adalah inflamasi bagian bawah tempurung lutut (patela). Nyeri ini sering memengaruhi orang-orang muda yang berolahraga dan manula yang bekerja terlalu keras. Nyeri lutut anterior dapat disebabkan oleh cedera atau trauma pada tempurung lutut (seperti dislokasi atau fraktur), penggunaan yang berlebihan dengan tekanan berulang pada sendi lutut (lari jarak jauh atau olahraga lompat yang berlangsung lama), atau ketika otot di sekitar pinggul dan lutut melemah.

    Gejala umumnya antara lain: nyeri tumpul di bagian depan tempurung lutut, yang dapat diperparah dengan berlutut, berjongkok, berlari, duduk dan berjalan naik-turun tangga.

    Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, konsultasikan dengan spesialis ortopedi Anda. Dokter akan merekomendasikan opsi penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan gaya hidup Anda. Ketahui lebih lanjut tentang opsi perawatan dan layanan rehabilitasi olahraga yang tersedia.

    Tendonitis Patela

    Tendonitis patela

    Tendonitis Patela adalah cedera pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut dengan tulang kering. Tendon patela membantu otot-otot Anda memanjangkan kaki bagian bawah sehingga Anda bisa menendang bola, mengayuh sepeda, dan melompat.

    Tendonitis patela biasanya disebabkan oleh penggunaan berlebihan tendon patela. Orang yang berolahraga dengan banyak gerakan jongkok dan melompat adalah yang paling berisiko. Penyebab lainnya adalah keselarasan abnormal pada anggota tubuh bagian bawah, seperti pada kaki rata. Perubahan postur ini mengubah sudut antara otot kuadriseps dan tendon patela. Peningkatan ketegangan pada tendon patela dapat terjadi selama percepatan pertumbuhan sehingga tendon tidak dapat mengimbangi pertumbuhan tungkai bawah. Dalam situasi ini, tendon menjadi terlalu pendek sehingga menarik di ujung bawah tempurung lutut. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan Sinding-Larsen-Johansson.

    Gejala tendonitis patela antara lain: nyeri dan nyeri tekan tepat di bawah tempurung lutut, bengkak, dan nyeri saat berlutut.

    Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, konsultasikan dengan spesialis ortopedi Anda. Dokter akan merekomendasikan opsi penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan gaya hidup Anda. Ketahui lebih lanjut tentang opsi perawatan dan layanan rehabilitasi olahraga yang tersedia.

    Radang Sendi/Artritis

    knee arthritis

    Artritis lutut terjadi akibat penipisan tulang rawan sendi lutut, biasanya karena cedera atau penggunaan. Ada 3 jenis artritis lutut:

    • Osteoartritis, penyakit degeneratif yang mungkin terjadi ketika kita menua. Ini adalah bentuk artritis yang paling umum. Osteoartritis biasanya disebabkan oleh degenerasi sendi, yaitu ketika tulang rawan (bantalan antara tulang) memburuk sehingga tulang-tulang saling bergesekan. Gesekan tambahan ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan gerakan menurun. Osteoartritis terutama memengaruhi area-area penahan berat, seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang. Penyebab osteoartritis antara lain: obat generik, jenis kelamin (wanita lebih rentan), obesitas, cedera olahraga, penyakit atau infeksi, dan penuaan.

    • Artritis reumatoid, penyakit autoimun yakni sistem kekebalan tubuh menyerang sendi.

    • Artritis pascatrauma, disebabkan oleh trauma langsung pada lutut yang merusak tulang rawan dan mengubah mekanisme sendi.

    Penyebab artritis lutut antara lain: kelebihan berat badan, penggunaan berlebih pada sendi lutut akibat aktivitas berdampak tinggi, pertambahan usia, cedera lutut di masa lalu, otot bagian bawah tubuh yang kencang atau lemah. Gejalanya antara lain: benjolan atau bengkak di sekitar lutut, suara retak atau mengertak saat menggerakkan lutut, ketidakmampuan sendi atau perasaan seperti lutut 'jatuh', nyeri lutut yang berkembang perlahan dan memburuk jika berjalan atau berdiri lama, atau kekakuan dan bengkak di pagi hari.

    Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, konsultasikan dengan spesialis ortopedi Anda. Dokter akan merekomendasikan opsi penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan gaya hidup Anda. Ketahui lebih lanjut tentang opsi perawatan dan layanan rehabilitasi olahraga yang tersedia.

    Osteoporosis dan Fraktur Tulang Paha

    Fraktur Tulang Paha

    Seiring bertambahnya usia, kekuatan tulang kita menurun. Osteoporosis adalah penyakit yang melemahkan tulang, yang mengarah pada risiko fraktur atau patah tulang yang lebih tinggi. Osteoporosis berkembang dari waktu ke waktu, biasanya tanpa gejala atau rasa tidak nyaman sampai tulang patah. Fraktur tulang paha (femur) paling sering terjadi pada orang tua yang tulangnya lemah, atau pada orang muda dengan cedera energi tinggi yang disebabkan oleh insiden, misalnya kecelakaan mobil. Baik pada manula maupun orang muda, kerusakan dapat meluas ke sendi lutut dan dapat memecah tulang menjadi banyak bagian.

    Gejala umum fraktur tulang paha antara lain: bengkak dan memar, nyeri ketika disentuh, deformitas (paha atau lutut terlihat tidak pada tempatnya), atau penampilan kaki terlihat lebih pendek dan bengkok. Penyebab fraktur tulang paha antara lain: osteoporosis, biasanya karena penuaan, kurang gizi seperti kalsium atau vitamin D, ketidakseimbangan hormon, jenis kelamin (wanita lebih rentan), dan kurang olahraga.

    Jika Anda menduga Anda mungkin menderita osteoporosis, bicarakan dengan spesialis ortopedi. Dokter dapat menjalankan pemeriksaan fisik diikuti dengan tes pencitraan atau tes kepadatan tulang. Perawatan biasanya berupa penanganan nonbedah seperti istirahat yang cukup dan obat penghilang nyeri. Namun, operasi dapat disarankan jika nyeri berlanjut.

    Ini bukan daftar lengkap kondisi yang kami kenali dan tangani. Pemeriksa gejala bukanlah alat diagnostik. Silakan berkonsultasi dengan salah satu spesialis ortopedi kami yang berkompeten guna lebih memahami kondisi Anda.