Pertanyaan Umum untuk Pasien Internasional


Sebagai tanggapan atas situasi COVID-19 yang terus berkembang di seluruh dunia, beberapa kebijakan dan anjuran telah diterapkan di Singapura untuk tujuan keselamatan publik dan untuk mencegah penyebaran virus korona lebih lanjut.

Di Mount Elizabeth Hospitals, kami berkomitmen untuk berbagi informasi yang berkaitan dengan kesehatan secara otoritatif dan sedapat mungkin menyediakan dukungan medis berkelanjutan bagi Anda.

Untuk pasien internasional kami, Anda dapat tetap menghubungi Kantor Perwakilan Parkway untuk mendapatkan informasi medis terkait dokter dan pilihan penanganan medis. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masalah kesehatan dan memastikan Anda mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Tetap jaga keselamatan Anda.

Informasi terbaru:

Mulai tanggal 17 November 2020, pasien internasional dari negara-negara yang menerapkan aturan Air Travel Pass (ATP) tidak perlu lagi mengajukan pengecualian dari Kementerian Kesehatan (Ministry of Health / MOH) untuk mendapatkan perawatan medis di Singapura.

Mulai 1 September 2021, pasien internasional dari negara-negara yang menerapkan aturan Vaccinated Travel Pass (VTL) tidak perlu lagi mengajukan pengecualian (Waiver) dari Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) untuk mendapatkan perawatan medis di Singapura.

Untuk pasien internasional:

Tabel ini dapat digeser ke kanan dan kiri. Silakan geser untuk informasi lebih lanjut.

DARI NEGARA YANG MENERAPKAN ATURAN PERJALANAN KHUSUS

Air Travel Pass (ATP)
(Hong Kong, Makau, Tiongkok Daratan, Taiwan)

  • Wajib mengajukan permohonan bebas biaya untuk mendapatkan ATP agar diizinkan masuk ke Singapura:
    https://capels.caas.gov.sg/atp
  • Permohonan wajib diajukan dalam tempo 7 hingga 30 hari kalender sebelum tanggal rencana masuk ke Singapura.
  • Wajib tinggal di negara-negara tersebut selama 21 hari berturut-turut sebelum berangkat ke Singapura.
  • Wajib menggunakan penerbangan langsung tanpa transit untuk masuk ke Singapura.
  • Jika memerlukan visa untuk masuk ke Singapura, pengunjung wajib mendapatkannya secara terpisah setelah ATP mereka disetujui.
  • Informasi tentang persyaratan dan permohonan visa:
    https://www.ica.gov.sg/visitor/visitor_entryvisa
  • Informasi lengkap tentang kriteria, persiapan sebelum keberangkatan, serta prosedur dan persyaratan pada saat kedatangan bisa dilihat di: https://safetravel.ica.gov.sg/atp/requirements-and-process

 

Tabel ini dapat digeser ke kanan dan kiri. Silakan geser untuk informasi lebih lanjut.

DARI NEGARA YANG MENERAPKAN ATURAN PERJALANAN KHUSUS

Vaccinated Travel Lane (VTL)
(Brunei Darussalam dan Jerman)

  • Pasien yang hendak berangkat harus telah memperoleh vaksinasi lengkap di negara/kawasan keberangkatan atau Singapura. Seseorang dianggap telah divaksin lengkap 14 hari setelah menerima rangkaian lengkap vaksin Pfizer-BioNTech/Comirnaty, Moderna, atau vaksin yang termasuk dalam EUL (Emergency Use Listing) WHO.
  • Wajib mengajukan permohonan Vaccinated Travel Pass (VTP) untuk masuk ke Singapura
  • Permohonan wajib diajukan dalam tempo 7 hingga 30 hari kalender sebelum tanggal rencana masuk ke Singapura.
  • Wajib tinggal di negara-negara tersebut selama 21 hari berturut-turut sebelum berangkat ke Singapura
  • Wajib menggunakan penerbangan Vaccinated Travel Lane (VTL) yang telah ditentukan untuk masuk ke Singapura.
  • Pasien yang hendak berangkat harus menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 dalam waktu 48 jam sebelum waktu jadwal keberangkatan penerbangan VTL yang telah ditentukan ke Singapura. Tes harus dilaksanakan di laboratorium, klinik, atau fasilitas kesehatan yang terakreditasi atau diakui secara internasional.
  • Jika memerlukan visa untuk masuk ke Singapura, pengunjung wajib mendapatkannya secara terpisah setelah VTP mereka disetujui.
  • Informasi tentang persyaratan dan permohonan visa bisa dilihat di:
    https://www.ica.gov.sg/visitor/visitor_entryvisa
  • Informasi lengkap tentang kriteria, persiapan sebelum keberangkatan, serta prosedur dan persyaratan pada saat kedatangan bisa dilihat di:
    https://safetravel.ica.gov.sg/vtl/requirements-and-process

 

Tabel ini dapat digeser ke kanan dan kiri. Silakan geser untuk informasi lebih lanjut.

DARI NEGARA
YANG TIDAK MENERAPKAN ATURAN PERJALANAN KHUSUS

  • Pasien dan pelaku rawatnya harus dinyatakan negatif COVID-19 dari hasil tes yang dilaksanakan dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan.
  • Pasien wajib melakukan rontgen dada dan hasilnya tidak boleh menunjukkan gejala pneumonia dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan.
  • Dokter spesialis terkait akan menyerahkan permohonan pengecualian perjalanan kepada MOH di Singapura.
  • Melakukan pembayaran di muka untuk akomodasi di Fasilitas Khusus SHN (SHN Dedicated Facility/SDF) dan tes COVID-19 terkait.
  • e-Service SG Arrival Card wajib diajukan secara online di https://eservices.ica.gov.sg/sgarrivalcard dalam tempo 3 hari sebelum keberangkatan
  • Informasi lengkap tentang kriteria, persiapan sebelum keberangkatan serta prosedur dan persyaratan pada saat kedatangan: https://www.mountelizabeth.com.sg/docs/default-source/default-document-library/bahasa_countries-without-special-arrangements.pdf

 

Pertanyaan Umum:

 

Saya ingin membuat janji temu untuk mengunjungi dokter spesialis di Mount Elizabeth Hospital. Masih bisakah saya melanjutkan?

Pasien dari negara-negara yang menerapkan aturan perjalanan khusus (mendapatkan persetujuan Air Travel Pass atau Vaccinated Travel Pass) dan pasien lama dari seluruh negara lainnya (kecuali negara yang menerapkan aturan perjalanan khusus) yang memenuhi kriteria pada poin 3 dalam Pertanyaan Umum ini (jika mendapatkan persetujuan dari MOH) masih bisa masuk ke Singapura.

Mohon menghubungi Kantor Perwakilan Parkway di negara asal Anda guna mendapatkan informasi terkini dan untuk mendapatkan saran lanjutan mengenai pertanyaan medis atau pertanyaan terkait dengan dokter.

Detail kontak untuk Kantor Perwakilan Parkway:
https://www.mountelizabeth.com.sg/plan-your-visit/patient-assistance-centres

Jika saya telah diuji negatif COVID-19 sebelum datang ke Singapura, apakah saya masih bisa pergi ke Singapura?

Tidak, semua pengunjung jangka pendek dari negara mana pun tidak akan bisa masuk ke Singapura meskipun mereka memiliki hasil tes yang menyatakan negatif COVID-19. Anda harus memiliki Air Travel Pass atau permohonan pengecualian (Waiver) yang telah disetujui dari Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) agar dapat masuk ke Singapura.

Siapa yang bisa pergi ke Singapura untuk perawatan medis?

1. Pasien dari negara-negara yang menerapkan aturan perjalanan khusus (Negara yang memberlakukan ATP: Hong Kong, Makau, Tiongkok Daratan, Taiwan atau Negara yang memberlakukan VTP: Brunei Darussalam, Jerman) dapat mengajukan permohonan Air Travel Pass atau Vaccinated Travel Pass untuk masuk ke Singapura (jika disetujui).

2. Pasien lama dari seluruh negara lainnya (kecuali negara yang menerapkan aturan perjalanan khusus) yang sangat memerlukan perawatan lanjutan/dengan kondisi medis baru, atau pasien baru yang memerlukan perawatan yang tidak tersedia di negara tempat tinggal mereka dapat mengajukan permohonan pengecualian dari MOH untuk memasuki Singapura (jika mendapatkan persetujuan dari MOH). Dokter spesialis terkait dapat meminta pengecualian atas persyaratan memasuki Singapura HANYA jika pasien memenuhi SEMUA kriteria berikut:

  • Pasien tidak boleh masuk ke Singapura dengan tujuan mendapatkan perawatan medis untuk infeksi COVID-19 aktif
  • Pasien saat ini sedang berada dalam perawatan lanjutan dokter spesialis
  • Dokter spesialis terkait menyatakan bahwa jika perawatan lanjutan tidak segera diberikan, keselamatan jiwa pasien dapat terancam
  • Pasien tidak perlu menggunakan sumber daya layanan kesehatan yang bersifat tidak umum (mis. ICU, transfusi darah)
  • Untuk pasien baru atau pasien dengan kondisi medis baru, dokter spesialis terkait wajib memberikan surat keterangan tertulis guna menegaskan bahwa keahlian khusus yang diperlukan untuk menangani kondisi medis baru tersebut tidak tersedia di negara tempat tinggal pasien
  • Pasien mampu memenuhi semua persyaratan imigrasi yang berlaku. Apabila ada pembatasan yang berlaku terhadap pasien yang berasal dari negara atau area tertentu, perjalanan mereka harus ditunda sampai pembatasan tersebut dicabut.

 

Selain itu, semua pasien lama dari negara asing (tidak termasuk pasien dari negara yang menerapkan aturan perjalanan khusus) yang membutuhkan perawatan berkelanjutan di Singapura wajib memenuhi kriteria tambahan berikut:

Pemeriksaan sebelum keberangkatan

  • Hasil tes Polymerase Chain Reaction covid-19 pasien (DAN perawat pendamping pasien, jika ada) harus dinyatakan negatif. Tes tersebut wajib dilakukan satu kali dalam tempo 48 jam sebelum keberangkatan
  • Pasien wajib bebas dari dugaan adanya pneumonia berdasarkan pemeriksaan rontgen dada yang dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan.

 

Perawatan, isolasi, dan pemeriksaan di rumah sakit saat tiba

Setiap pasien dari negara asing hanya boleh didampingi oleh SATU pelaku rawat (berusia 21 tahun ke atas). Pelaku rawat harus datang bersama pasien dari lokasi yang sama, pada penerbangan/feri/ambulans yang sama. Selain itu, pelaku rawat tidak boleh mencari layanan medis selama perjalanan mereka, kecuali dalam keadaan darurat medis. Baik pasien maupun pelaku rawat harus menjalani prosedur wajib pada saat kedatangan terkait dengan admisi, isolasi, dan tes di rumah sakit penerima. Berikut informasi selengkapnya:

  • Pasien dan pelaku rawat yang mendampingi (jika ada) wajib menjalani proses admisi dan isolasi di rumah sakit penerima setibanya di Singapura dan diantar menggunakan ambulans khusus milik rumah sakit. Mereka tidak perlu menjalani On-Arrival Test (OAT) wajib di titik pemeriksaan, tetapi harus menjalani tes PCR COVID-19 di rumah sakit. Jumlah tes yang harus dijalani pasien dan pelaku rawat tergantung pada negara asal mereka.
  • Tes serologi – selain tes PCR, semua pasien dan pelaku rawat harus menjalani satu kali tes serologi di rumah sakit. Tes serologi digunakan untuk menentukan apakah orang tersebut sebelumnya pernah mengalami infeksi. Bersama dengan hasil PCR, hasil tes serologi akan membantu menentukan jangka waktu isolasi yang diperlukan jika hasil tes pasien dinyatakan positif COVID-19.
  • Jika hasil tes PCR pada saat kedatangan dinyatakan negatif, pasien dan perawat pendamping pasiennya dapat dipindahkan ke lokasi Perintah Tinggal di Rumah (Stay-Home-Notice / SHN) untuk menunaikan kewajiban SHN demi mematuhi peraturan SHN yang berlaku. Selama di rumah sakit, pasien dapat mulai menerima perawatan medis dari dokter, jika dinilai layak oleh dokter yang menanganinya.

 

Hubungi Kantor Perwakilan Parkway di negara asal Anda untuk informasi dan bantuan lebih lanjut.

Detail kontak untuk Kantor Perwakilan Parkway:
https://www.mountelizabeth.com.sg/plan-your-visit/patient-assistance-centres

Saya telah menerima surat pengecualian untuk pergi ke Singapura. Apa yang akan terjadi saat saya tiba?

Pasien terdaftar (dan perawat pendamping pasiennya) yang telah mendapatkan persetujuan bebas syarat untuk mengunjungi Singapura akan mendapatkan Perintah Tinggal di Rumah (SHN) selama 14 hari.

Saat tiba di imigrasi Singapura, Anda akan diminta untuk:

  • Sertakan salinan surat persetujuan pengecualian (Waiver Letter)
  • Memberikan formulir Lampiran A (yang akan dikirimkan oleh dokter Anda dan harus dicetak oleh Anda)
  • Pasien (dan perawat pendamping pasiennya, jika ada) harus langsung menuju rumah sakit menggunakan ambulans setibanya di Singapura untuk menerima perawatan, kemudian menjalani tes PCR COVID-19 yang telah diwajibkan. Penerimaan di rumah sakit dihitung dalam durasi SHN
  • Pasien (dan perawat pendamping pasiennya, jika ada) harus melewati pemeriksaan kesehatan di imigrasi sebelum diizinkan masuk ke wilayah negara Singapura

Apa saja yang saya perlukan untuk mematuhi Perintah Tinggal di Rumah/Stay-Home Notice (SHN)?

Orang dengan perintah tinggal di rumah wajib tinggal dan berada di akomodasi yang telah ditentukan setiap saat selama 14 hari. Agen pemerintah Singapura akan memantau pergerakan Anda dan mungkin menghubungi Anda melalui beberapa platform, termasuk panggilan telepon, WhatsApp, atau Layanan Pesan Singkat (SMS). Jika Anda harus pergi ke dokter, hubungi nomor bantuan SHN di +65 6812 5555 untuk menyampaikan informasi tersebut.

Bagaimana perhitungan periode SHN 14 hari?

Periode Perintah Tinggal di Rumah (SHN) selama 14 hari dimulai dari hari pertama saat Anda tiba di Singapura. Misalnya, jika Anda tiba di Singapura pada 1 Mar 2020, SHN Anda dimulai pada 1 Mar 2020 dan berakhir pada 15 Mar 2020, pukul 12.00.

Hitung tanggal berakhirnya periode SHN Anda.
https://service2.mom.gov.sg/shn/shn-calculator

Apakah orang lain dapat mengunjungi saya di fasilitas yang ditentukan selama periode SHN 14 hari?

Tidak, dilarang untuk menerima tamu.

Apakah saya dapat keluar dari fasilitas yang ditentukan untuk membeli makanan saat berstatus SHN?

Tidak, Anda dapat meminta layanan pengiriman ke rumah atau meminta bantuan orang lain untuk kebutuhan harian Anda.