20.JUL.2018 6 MNT DIBACA | 6 MNT DIBACA

Dr. Leon Foo, ahli bedah ortopedi di Mount Elizabeth Hospital, berbagi beberapa tes umum yang digunakan untuk mendeteksi masalah tulang dan sendi.

Baru terjatuh dan mengalami patah tulang? Merasakan sedikit nyeri pada salah satu sendi Anda? Mengalami cedera terkait olahraga yang tidak kunjung sembuh?

Ketika Anda mengunjungi dokter untuk meminta diagnosis, dokter mungkin merekomendasikan agar Anda melakukan salah satu pemindaian. Berikut adalah 3 metode teratas untuk mendiagnosis kondisi tulang atau sendi.

Bicaralah dengan ahli bedah ortopedi jika Anda khawatir dengan kesehatan tulang atau sendi Anda.

Rontgen

Rontgen
Apa itu?

Rontgen menggunakan gelombang energi elektromagnetik, yang langsung melewati tubuh, untuk mengambil gambar tulang dan organ Anda. Karena setiap area tubuh menyerap energi dengan cara yang berbeda, tulang Anda akan terlihat berwarna putih pada hasil rontgen, sementara jaringan lunak menunjukkan bayangan abu-abu. Jangan panik jika paru-paru Anda berwarna hitam — itu karena paru-paru mengandung udara!

Untuk apa pemindaian dilakukan?

Rontgen memiliki banyak kegunaan. Jika Anda mengalami cedera dan dokter menduga adanya patah (fraktur) tulang, Anda mungkin perlu menjalani rontgen untuk mengonfirmasi hal ini dan menentukan tingkat kerusakan.

Dokter juga mungkin menyarankan rontgen jika menduga ada:

  • Artritis (radang sendi)
  • Kanker atau infeksi tulang

Prosedur ini ditujukan untuk siapa?

Semua orang dapat menjalani pemeriksaan rontgen. Jika Anda mengalami nyeri pada salah satu tulang atau sendi, atau mengalami cedera, dokter dapat merekomendasikan agar Anda melakukan rontgen.

Untungnya, rontgen adalah prosedur standar dengan risiko minimal. Meskipun rontgen menggunakan radiasi pengionisasi, tingkat paparan dianggap aman untuk sebagian besar orang dewasa. Pengecualiannya adalah ketika Anda sedang hamil, karena radiasi dapat berbahaya bagi bayi Anda. Bicaralah dengan dokter jika Anda sedang hamil dan dokter akan dapat merekomendasikan prosedur alternatif.

Apa yang akan terjadi selama prosedur dilakukan?

Plat pencitraan khusus akan mengambil gambar tubuh Anda. Anda akan dibantu untuk mengambil posisi yang benar, bisa dalam posisi duduk, berdiri, atau berbaring. Jika posisi melibatkan pergerakan tulang atau sendi yang cedera, Anda mungkin akan merasakan ketidaknyamanan selama tes. Jika Anda khawatir tentang hal ini, sampaikan pada dokter agar Anda mendapatkan obat pereda nyeri sebelum menjalani prosedur.

Anda akan perlu diam selama prosedur rontgen dilakukan untuk memastikan dokter mendapatkan gambar sejelas mungkin. Untungnya, menjalani rontgen umumnya sangat cepat dan sering kali gambar diambil dalam sekejap mata.

Apakah ada persiapan khusus yang diperlukan?

Tidak – cukup lepas perhiasan atau benda logam karena benda tersebut dapat memblokir sinar X yang melewati tubuh Anda dan mengaburkan gambar!

Pemindaian tomografi komputasi (CT scan)

CT scan
Apa itu?

CT scan menggunakan kombinasi mesin rontgen dan komputer canggih untuk membuat gambar 3D dari tubuh Anda. CT scan memberikan gambar yang lebih terperinci dibandingkan rontgen umum (plain x-ray), yaitu menampilkan organ padat, jaringan lunak dan pertumbuhan tidak normal, serta tulang Anda.

Untuk apa pemindaian dilakukan?

Anda mungkin perlu menjalani CT scan jika dokter ingin memeriksa tulang Anda dengan lebih terperinci.

Kondisi yang memengaruhi tulang belakang, seperti skoliosis (tulang belakang yang melengkung) atau fraktur vertebra, mungkin memerlukan CT scan agar dokter dapat melihat area yang terpengaruh secara keseluruhan. Dokter juga dapat merekomendasikan CT scan untuk mendeteksi pertumbuhan non-kanker (seperti kista) atau tumor yang bersifat kanker, atau untuk mengukur kepadatan tulang (untuk menentukan keparahan osteoporosis).

Prosedur ini ditujukan untuk siapa?

CT scan dapat digunakan pada hampir semua bagian tubuh, mulai dari kepala dan bahu hingga lutut dan tungkai, untuk mendiagnosis gangguan tulang, patah tulang, atau kanker tulang. Karena prosedur ini adalah prosedur invasif minimal, ada sedikit risiko selain sedikit paparan radiasi pengionisasi.

Apa yang akan terjadi selama prosedur dilakukan?

Anda akan berbaring untuk menjalani CT scan. Selanjutnya Anda akan diangkut ke mesin pemindai, yang akan berputar mengelilingi Anda dan mengambil ratusan gambar selama beberapa menit.

Tergantung pada area tubuh yang sedang dites, dokter mungkin perlu menggunakan pewarna ‘penyorot’ khusus yang disebut kontras untuk membantu agar organ dalam, jaringan, dan pembuluh darah Anda terlihat lebih jelas dalam gambar akhir. Anda dapat meminum cairan tidak berbahaya yang mengandung zat ini. Atau, dokter kadang menyuntikkannya ke dalam lengan Anda atau memasukkannya melalui enema rektal.

Apakah ada persiapan khusus yang diperlukan?

Jika prosedur Anda memerlukan kontras, Anda mungkin perlu berpantang makan selama hingga 6 jam sebelum prosedur dilakukan. Selain hal tersebut, CT scan tidak jauh berbeda dari menjalani rontgen (di atas) – hanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama!

Pemindaian pencitraan resonansi magnetik (MRI scan)

MRI scan
Apa itu?

MRI scan adalah prosedur non-invasif yang mengombinasikan magnet besar, komputer, dan gelombang magnetik untuk mengambil gambar tulang dan organ Anda. MRI scan berbeda dengan CT scan karena MRI scan membutuhkan waktu yang lebih lama, namun kelebihannya adalah gambar MRI scan lebih terperinci secara radiologis dan, yang paling penting, tidak memaparkan Anda pada radiasi pengionisasi.

Untuk apa pemindaian dilakukan?

Dokter dapat menggunakan MRI scan untuk memeriksa tulang, sendi, tulang rawan, otot, dan tendon. Jadi jika Anda mengalami rasa nyeri tanpa alasan yang jelas pada salah satu bagian tubuh ini, dokter mungkin merekomendasikan agar Anda menjalani MRI scan untuk memastikan penyebabnya.

MRI scan juga dapat digunakan untuk mendiagnosis:

  • Penyakit radang seperti artritis
  • Ketidaknormalan yang telah terjadi sejak lahir
  • Infeksi seperti osteomielitis (infeksi tulang)
  • Kanker
  • Penyakit sumsum tulang
  • Degenerasi saraf tulang belakang (biasanya terkait usia)

Prosedur ini ditujukan untuk siapa?

Karena MRI scan tidak menggunakan radiasi pengionisasi, maka secara umum dianggap aman untuk sebagian besar orang, termasuk wanita hamil yang telah melewati trimester pertama, serta anak kecil. Namun, karena MRI scan menggunakan magnet, pasien dengan alat pacu jantung atau implan logam lainnya (tergantung pada produsen dan model perangkat) mungkin tidak dapat menjalani prosedur tersebut.

Jika Anda memiliki fobia terhadap ruangan yang sempit, berbicaralah dengan dokter tentang mengonsumsi obat antikecemasan sebelum menjalani prosedur tersebut. Untuk pasien yang memiliki fobia terhadap ruangan sempit yang parah, juga ada opsi untuk memberikan sedasi yang dipantau oleh ahli anestesi selama pemindaian.

Apa yang akan terjadi selama prosedur dilakukan?

Anda mungkin pernah melihat mesin MRI di TV atau film – beberapa orang berpikir mesin MRI terlihat menakutkan, namun sebenarnya tidak perlu panik. Cukup berbaring di tempat tidur pemindai, yang akan mengangkut Anda ke dalam mesin, dan diam tanpa bergerak sama sekali agar mesin dapat mengambil gambar Anda dengan jelas. Teknisi MRI akan mampu berkomunikasi dengan Anda melalui sistem interkom, sehingga Anda dapat memberi tahu mereka jika Anda merasa tidak nyaman atau jika Anda ingin pemindaian dihentikan.

MRI scan dapat berlangsung antara 20 menit hingga 2 jam, tergantung pada jumlah area yang akan dipindai.

Apakah ada persiapan khusus yang diperlukan?

Seperti CT scan, Anda tidak membutuhkan banyak persiapan sebelum menjalani MRI. Namun Anda akan perlu melepaskan perhiasan atau benda logam – ini terutama penting karena mesin MRI menggunakan magnet. Dokter juga mungkin perlu memberikan pewarna kontras dengan cara yang sama seperti pada CT scan.

Tidak yakin apakah Anda membutuhkan salah satu pemindaian yang dicantumkan di atas? Buat janji temu dengan dokter untuk mempelajari lebih lanjut tentang kondisi kesehatan Anda.

 

Artikel ditinjau oleh Dr Leon Foo, ahli bedah ortopedi di Mount Elizabeth Hospital

Referensi

Krans, B. (2016, December 5). X-Ray. Retrieved 3 July 2018 from https://www.healthline.com/health/x-ray

Lam, P. (2017, January 4). What You Should Know About MRI Scans. Retrieved 3 July 2018 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/146309.php

Ross, H. (2016, February 25). CT (Computed Topography) Scan. Retrieved 3 July 2018 from https://www.healthline.com/health/ct-scan

20.JUL.2018
img
Foo Siang Shen Leon
Ahli Bedah Ortopedi
Mount Elizabeth Hospital

Dr. Leon Foo adalah ahli bedah ortopedi yang berpraktik di Rumah Sakit Mount Elizabeth dan Rumah Sakit Gleneagles, Singapura.