19.OKT.2017 5 MNT DIBACA | 5 MNT DIBACA

Pembedahan minimal invasif dapat mempercepat waktu perawatan dan pemulihan pasien dengan katup jantung yang rusak.

Dr Paul Chiam, ahli jantung intervensi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, berbicara tentang pendekatan invasif minimal untuk merawat katup jantung yang bocor.

Untuk pasien dengan penyakit katup jantung, pilihan perawatan utama biasanya adalah pembedahan penggantian katup jantung. Dalam pembedahakan penggantian katup jantung, dokter bedah mengangkat katup jantung yang rusak atau sakit dan menggantinya dengan katup prostetik, sehingga memulihkan aliran darah normal dan berfungsi di otot jantung.

Selalu berbicara dengan ahli jantung untuk menemukan perawatan yang tepat untuk kondisi jantung Anda.

Mengobati katup jantung yang bocor

Pada beberapa pasien, bagaimanapun, celah dapat muncul antara katup jantung prostetik yang ditanam dengan jaringan jantung pasien karena kerusakan pada jahitan yang menahan katup pada tempatnya. Hal ini dapat menyebabkan kebocoran darah melalui sisi implan. Jika tidak diobati, hal ini dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius seperti hemolisis (kerusakan sel darah merah) atau gagal jantung. Ini dikenal sebagai kebocoran paravalvular, komplikasi ini terjadi pada sekitar 1 - 10% pasien penggantian katup.

Pilihan pengobatan sebelumnya terbatas, sering kali melibatkan pembedahan jantung terbuka yang berulang (dan berisiko lebih tinggi) untuk memperbaiki kebocoran paravalvular atau mengganti katup jantung prostetik sepenuhnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa teknik telah berkembang, dan prosedur yang lebih maju yang dikenal sebagai perbaikan kebocoran paravalvular perkutan semakin sering dilakukan, menawarkan kepada pasien suatu pendekatan invasif minimal untuk merawat katup jantung yang bocor.

Perbaikan kebocoran paravalvular perkutan

Pembedahan perbaikan kebocoran paravalvular perkutan dilakukan melalui tusukan kecil di pangkal paha, pada jantung yang berdetak, tanpa perlu membedah dada untuk mengakses katup jantung.

Sebuah kateter kecil dimasukkan melalui arteri atau vena di kaki menuju ke jantung di mana, dengan bantuan kawat pemandu dan pencitraan canggih, ‘perangkat seperti penyumbat’ diletakkan ke dalam kebocoran paravalvular untuk menutup celah. Prosedur ini memerlukan keterampilan ahli jantung intervensi yang terlatih karena tekniknya yang rumit.

Pada sejumlah kecil pasien, kebocoran tidak dapat ditutup karena masalah dengan ketidakmampuan kawat pemandu untuk menyeberangi katup jantung yang rusak, dan dalam kasus ini diperlukan pendekatan yang lebih invasif.

Seperti apa pemulihan dengan pembedahan lubang kunci (keyhole)?

Dibandingkan dengan pembedahan jantung terbuka, perbaikan kebocoran paravalvular perkutan dilakukan hanya dalam beberapa jam dan tidak memerlukan pembukaan kembali rongga dada. Waktu pemulihan secara signifikan lebih singkat untuk pasien yang menjalani prosedur invasif minimal, dan banyak yang dapat keluar dari rumah sakit sehari setelah prosedur.

Dengan meningkatnya jumlah pasien dengan penggantian katup bedah di wilayah Asia, jumlah pasien dengan masalah kebocoran katup diperkirakan akan meningkat. Pasien-pasien ini dapat menerima manfaat dari pendekatan lubang kunci (keyhole) untuk pembedahan perbaikan kebocoran paravalvular perkutan.

Jika Anda mengkhawatirkan kesehatan jantung Anda, sebaiknya lakukan skrining jantung secara reguler untuk mengidentifikasi risiko penyakit jantung dini.

Anda juga dapat membuat janji dengan dokter spesialis jantung untuk mempelajari lebih lanjut tentang kondisi Anda, dan untuk menemukan perawatan yang tepat bagi Anda.

 

Artikel dibuat oleh Dr Paul Chiam, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth

19.OKT.2017
img
Chiam Toon Lim Paul
Ahli Kardiologi 
Mount Elizabeth Hospital

Dr. Paul Chiam adalah seorang ahli kardiologi di Mount Elizabeth Hospital dan Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.