30.OKT.2018 4 MNT DIBACA | 4 MNT DIBACA

Dr Tay Hin Ngan, dokter spesialis THT di Rumah Sakit Mount Elizabeth, membahas kemajuan teknologi dalam pembedahan THT yang menjadikan prosedur pembedahan tidak terlalu invasif bagi pasien dan mendukung pemulihan yang lebih cepat.

Pembedahan tradisional masa lalu

Dahulu, jika Anda harus menjalani pembedahan telinga, hidung, tenggorokan, atau leher, Anda akan bangun dengan bekas luka yang sangat menyolok akibat sayatan lebar yang dilakukan dokter spesialis bedah untuk menjangkau bagian yang sulit dalam anatomi Anda. Sebagai contoh, sayatan sepanjang 10 cm normal dilakukan saat mengangkat gondok berukuran besar untuk mengobati gangguan tiroid.

Dalam beberapa kasus, pembedahan melibatkan pendekatan sangat invasif seperti pemisahan rahang untuk memberikan akses yang diperlukan dokter bedah dan, seperti yang dapat Anda bayangkan, ini dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut bagi pasien.

Sejumlah besar jaringan normal, termasuk otot penelanan dan sebagian jaringan leher, harus disayat demi menjangkau lokasi pembedahan. Luka Anda akan ditutup dengan jaringan daging dan kulit yang diambil dari bagian tubuh lain, seperti paha. Dalam kasus kanker, prosedur akan diikuti dengan radiasi dan kemoterapi yang semakin meningkatkan risiko komplikasi.

Mari kita segera mencoba teknik baru yang ada saat ini

Pembedahan kepala, leher, dan tiroid - Pembedahan robotik
Berkat kemajuan endoskopi dan teknologi seperti lengan robotik, pembedahan THT tidak lagi terlalu invasif bagi pasien selama penanganan kanker dan gangguan tenggorokan, mulut, dan tiroid.

Dengan robot pembedahan, kami dapat melakukan TORS – pembedahan robotik trans-oral – yang melibatkan penempatan endoskop dengan berbagai lengan robotik melalui mulut untuk mengangkat kanker dari tenggorokan, alih-alih menggergaji rahang untuk menjangkau bagian tersebut seperti pada masa lalu.

Keuntungan dari teknik invasif minimal tersebut adalah dokter tidak perlu menyayat terlalu banyak jaringan normal, sehingga transplantasi jaringan dari bagian tubuh lainnya tidak lagi diperlukan. Sebaliknya, luka akan sembuh secara alami, mengerut untuk menyatukan struktur normal di sekitarnya sehingga anatomi yang hampir normal akan tetap terjaga. Selain itu, Anda tidak akan kehilangan sensasi sensorik pada otot penelanan seperti yang dulu dialami saat menggunakan transplantasi jaringan.

Dan karena kami dapat mengakses area tumor secara lebih aman dan mengangkatnya secara keseluruhan, pasien memerlukan lebih sedikit radiasi dan kemoterapi. Dalam beberapa kasus, untuk kanker stadium awal yang dapat diangkat secara keseluruhan, pasien tidak perlu menjalani prosedur berbahaya ini sama sekali.

Pemulihan yang lebih cepat dengan kualitas hidup yang lebih baik

Terdapat berbagai keuntungan bagi pasien dengan adanya teknik pembedahan THT modern ini:

  • Peluang kelangsungan hidup yang lebih baik
  • Kualitas hidup yang lebih baik karena pasien dapat makan dan minum secara normal
  • Durasi pengobatan yang lebih singkat
  • Biaya pengobatan yang lebih rendah
  • Dapat menghindari kemoterapi dan radiasi untuk kanker stadium 1 dan 2 jika seluruh jaringan kanker dapat diangkat melalui pembedahan saja

Prosedur bebas bekas luka kini dapat dilakukan untuk pembedahan tiroid

Pembedahan kepala, leher, dan tiroid - Gangguan tiroid
Terdapat beragam situasi yang menuntut pengangkatan tiroid, atau bagian dari tiroid, seperti jika kelenjar tersebut memproduksi kadar hormon yang berlebihan, jika terdapat nodul yang dicurigai merupakan kanker atau benar-benar kanker, atau jika tiroid membengkak hingga menekan jalan napas dalam bentuk gondok.

Kami mungkin perlu melakukan hemitiroidektomi – yaitu pengangkatan sebagian tiroid, atau tiroidektomi total – yaitu pengangkatan seluruh kelenjar tiroid. Terkadang, untuk kanker yang telah menyebar, pengangkatan kelenjar getah bening di sekitar tiroid mungkin juga perlu dilakukan.

Untuk nodul, selama jinak, perawatan yang kami tawarkan saat ini adalah pendekatan yang tidak meninggalkan bekas luka dengan menggunakan endoskop melalui mulut, pada bagian dalam bibir, melalui ketiak, atau bahkan di belakang telinga dan ke dalam garis rambut. Jadi, Anda tidak akan memiliki bekas luka yang mencolok pada bagian depan leher. Anda juga tidak harus mengenakan pakaian atau aksesori khusus untuk menutupi bekas luka tersebut.

Waktu pemulihan yang lebih cepat

Karena prosedurnya invasif minimal, Anda diharapkan dapat:

  • kembali ke rumah dalam waktu 1 – 5 hari,
  • makan dan minum sejak hari pertama,
  • kembali melakukan aktivitas normal sehari-hari dalam beberapa hari, dan
  • kembali bekerja serta berolah raga dalam 2 minggu.

Mempertimbangkan risiko

Pembedahan kepala, leher, dan tiroid - Risiko
Seperti halnya pembedahan lainnya, pembedahan tiroid juga berpotensi menimbulkan risiko, apa pun pendekatannya, karena terdapat beragam struktur penting di sekitar kelenjar tersebut, seperti aliran saraf pita suara, yang mengendalikan pergerakan pita suara.

Cedera yang tidak disengaja pada satu sisi dapat menyebabkan suara yang parau, sementara cedera pada kedua sisinya dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Namun demikian, di tangan dokter spesialis bedah yang berpengalaman, risiko cedera saraf terbilang sangat rendah dan semakin rendah dengan bantuan robot. Misalnya, robot da Vinci (sistem pembedahan yang memungkinkan dokter bedah melakukan operasi melalui sayatan kecil) menghadirkan tampilan yang diperbesar sepuluh kali dan instrumen yang sangat fleksibel untuk membantu mengidentifikasi serta menjaga berbagai saraf dan kelenjar paratiroid.

Pendarahan pada area tiroid merupakan masalah yang serius karena dapat menyebabkan kompresi jalan napas, yang berpotensi mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting untuk memiliki fasilitas pascaperawatan yang baik setelah pembedahan demi memastikan bahwa komplikasi apa pun yang timbul, jika ada, dapat teramati sejak dini dan perawatan medis dapat diberikan sesegera mungkin.

Memilih dokter bedah

  • Konsultasikan dengan dokter bedah berpengalaman yang relevan guna meminimalkan risiko pembedahan dan dapat menangani kasus yang lebih kompleks, termasuk tiroidektomi total dan pengangkatan kelenjar getah bening.
  • Cari tahu berapa kali mereka telah menangani pembedahan yang sama dengan yang harus Anda jalani karena dokter bedah dengan pengalaman terbatas atau tanpa pengalaman terkait prosedur yang Anda butuhkan mungkin tidak dapat memperkirakan hal-hal yang mungkin akan terjadi.
  • Pastikan dokter bedah memiliki banyak pengalaman seputar pembedahan robotik dan endoskopi.

 

Artikel telah ditinjau oleh Dr Tay Hin Ngan, dokter spesialis THT di Rumah Sakit Mount Elizabeth

30.OKT.2018
img
Tay Hin Ngan
Ahli THT
Mount Elizabeth Hospital

Dr Tay is an Ear, Nose, Throat (ENT or otolaryngology) specialist currently practising in Mount Elizabeth Hospital, Singapore. His clinical interests include using endoscopic and robotic approaches for thyroid surgery, head and neck surgery, advanced sinus surgery, and surgery for sleep apnoea and cancers in the ear, nose and throat.