13.JUN.2017 8 MNT DIBACA | 8 MNT DIBACA

Serangan jantung mendadak lebih sering terjadi daripada yang Anda kira, dan bisa terjadi tanpa disadari oleh korban.

Dr Leslie Tay, ahli jantung intervensi di Mount Elizabeth Hospital, berbicara tentang serangan jantung yang terjadi tanpa gejala yang jelas serta tanda-tanda samar yang harus Anda perhatikan.

Apa itu serangan jantung mendadak?

Serangan jantung terjadi ketika salah satu arteri jantung tersumbat hingga aliran darah melemah. Otot jantung menjadi kekurangan oksigen dan zat gizi, rusak, dan akhirnya mati.

Selama serangan jantung, pasien biasanya mengalami nyeri dada yang sangat parah atau rasa berat yang sering digambarkan seolah ada gajah yang duduk di dada Anda. Serangan ini biasanya disertai dengan keringat dingin dan mual.

Serangan jantung mendadak terjadi ketika pasien tidak mengalami gejala-gejala yang sepenuhnya berkembang ini. Pasien mungkin tidak merasakan apa-apa, tetapi biasanya menampakkan gejala samar yang disalahartikan dengan kondisi yang tidak kritis.

Apa yang menyebabkan serangan jantung mendadak?

Penyebab serangan jantung mendadak sama dengan serangan jantung normal. Selama bertahun-tahun, arteri jantung menyempit akibat endapan kolesterol dan plak. Endapan ini tiba-tiba pecah, berdarah, dan menyumbat arteri sehingga merusak otot jantung.

Seberapa umumkah serangan jantung mendadak terjadi?

Serangan jantung mendadak jelas lebih sering terjadi daripada yang kita kira.

Studi terbaru menunjukkan bahwa hampir setengah dari serangan jantung adalah serangan jantung mendadak. Banyak orang yang tidak menyadari mereka dalam kondisi kritis. Risiko kematian lebih tinggi akibat tidak mencari penanganan.

Jadi, Anda harus waspada jika memiliki faktor risiko serangan jantung - terutama jika Anda mengidap diabetes. Pengidap diabetes lebih rentan mengalami serangan jantung mendadak karena sirkulasi yang buruk dan kadar gula yang tinggi dalam darah merusak sel-sel saraf sehingga pengidap tidak mengalami rasa sakit layaknya seseorang yang normal. Mereka bahkan bisa menginjak paku dan tidak merasakan sakit.

Bagaimana saya tahu jika saya mengalami serangan jantung mendadak?

Tanda-tanda serangan jantung mendadak bersifat samar. Pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan di punggung, lengan, rahang, atau dada. Pasien mungkin mengalami pusing atau pingsan. Pasien mungkin merasa sangat lelah dan terengah-engah setelah berjalan beberapa langkah, padahal seminggu yang lalu dapat menaiki tangga dengan lancar. Pasien mungkin mengalami apa yang mereka kira adalah sensasi heartburn atau sakit perut. Itu semua adalah gejala samar yang mungkin merupakan tanda serangan jantung.

Ada banyak pasien saya yang mengalami serangan jantung mendadak. Seorang pasien bercerita bahwa dia merasakan sensasi nyeri lambung dan heartburn hebat selama 2 hari. Sakit tersebut disertai dengan rasa lelah yang luar biasa. Pada saat dia datang ke rumah sakit, otot jantungnya telah rusak sampai pada titik gagal jantung terjadi. Kami harus membuka arteri yang tersumbat dengan harapan otot jantungnya dapat pulih.

Pada dasarnya, kuncinya adalah mendengarkan tubuh karena hanya Anda yang memahami tubuh Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tak beres, segera periksakan.

Bagaimana jika saya tidak segera mencari bantuan medis?

Serangan jantung adalah kondisi serius dan berpotensi menyebabkan kematian. Jika Anda merasakan salah satu gejala samar yang disebutkan di atas, kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan.

Bagaimana ahli jantung intervensi dapat membantu?

Secara umum, ahli jantung mengobati pasien penderita penyakit jantung serta mengelola faktor risikonya, seperti hipertensi dan kolesterol. Dalam kasus serangan jantung, ahli jantung intervensi melakukan prosedur pembukaan arteri jantung guna memulihkan aliran darah dan menghentikan serangan jantung.

Bagaimana saya bisa mencegah serangan jantung mendadak?

Dalam membahas kiat pencegahan bersama pasien, saya menganjurkan pendekatan 3 arah:

1. Pertama, lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi penyumbatan arteri yang ada di tubuh Anda. Cari penanganan jika perlu.

2. Selanjutnya, kenali faktor-faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, dan merokok. Bekerja samalah dengan dokter agar faktor risiko Anda tetap terkendali. Minumlah secara teratur obat yang diresepkan dokter. Hentikan merokok. Merokok hampir menjamin Anda terkena penyakit jantung atau kanker.

3. Pendekatan terakhir adalah perubahan gaya hidup, seperti pola makan sehat dan berolahraga. Gaya hidup tidak aktif menaikkan risiko kematian hampir 3 kali dibanding mengalami kelebihan berat badan tetapi aktif bergerak. Hanya 20 menit berolahraga sehari dapat secara signifikan mengurangi risiko kematian.

Sebagai kesimpulan, pesan saya adalah menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengidentifikasi risiko Anda, mengendalikan faktor-faktor risiko, dan mengadopsi gaya hidup sehat dengan pola makan sehat dan berolahraga. Hal-hal tersebut akan meminimalkan risiko terkena serangan jantung di tahun-tahun mendatang.

13.JUN.2017
img
Tay Leslie
Ahli Kardiologi
Mount Elizabeth Hospital

Dr. Leslie Tay adalah seorang ahli kardiologi yang berpraktik di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.