14.SEP.2017 10 MNT DIBACA | 10 MNT DIBACA

Bedah jantung apapun memiliki risiko, oleh karena itu implantasi katup aorta transkateter (Transcatheter aortic valve implantation - TAVI) untuk meningkatkan penanganan penyakit jantung yang mematikan menjadi upaya yang dinantikan.

Katup aorta adalah seperti gerbang satu arah yang mengatur aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Katup membuka untuk memungkinkan jantung memompa darah ke organ lain, dan menutup untuk mencegah darah mengalir kembali ke jantung.

Seiring bertambahnya usia, katup aorta dapat menjadi lebih sempit, yaitu dalam kondisi yang dikenal sebagai stenosis katup aorta. Ketika penyempitan menjadi parah, pasien mengalami sesak napas, sering pingsan, dan ketidaknyamanan di dada akibat kekurangan darah yang kaya akan oksigen. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat mematikan, hingga 50% pasien meninggal dalam waktu 2 tahun.

Dr Paul Chiam, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth, menjelaskan bagaimana fitur-fitur implantasi katup aorta transkateter (TAVI) dalam mengobati kondisi ini dan bagaimana TAVI menjadi suatu perubahan yang siginifikan untuk bedah jantung.

Keterbatasan bedah jantung terbuka

Bedah jantung terbuka merupakan metode konvensional untuk mengobati stenosis katup aorta. Mengganti katup aorta meringankan gejala yang dirasakan pasien dan memperpanjang umur mereka. Namun, bedah jantung terbuka memiliki risiko yang tinggi untuk banyak pasien usia lanjut dan pasien dengan penyakit yang melemahkan, seperti fungsi jantung yang buruk, penyakit paru-paru yang berat, dan gagal ginjal stadium akhir. Bahkan, beberapa pasien tersebut dianggap tidak dapat dioperasi.

Apa itu implantasi katup aorta transkateter (TAVI)?

Sebagai alternatif untuk penggantian katup aorta jantung secara terbuka, implantasi katup aorta transkateter (TAVI) pertama kali dilakukan pada pasien ‘tanpa opsi bedah’ di tahun 2002. Pada metode invasif minimal ini, sayatan kecil pertama dibuat di pangkal paha pasien. Setelah itu, katup baru dikirim melalui kateter (atau tabung) ke jantung dan ditanam di dalam katup aorta asli pasien.

Meskipun TAVI umumnya dilakukan melalui tusukan kecil pada pangkal paha, lokasi jalan masuk lain mungkin diperlukan pada sejumlah kecil pasien, misalnya melalui arteri dada atau apeks ventrikel kiri jantung. Pendekatan menggunakan pangkal paha, yang juga dikenal sebagai ‘perkutan sesungguhnya’ (via kulit), adalah metode yang paling tidak invasif sehingga lebih disukai.

Manfaat TAVI

Tidak seperti bedah jantung terbuka, pasien yang menjalani TAVI tidak perlu dibuka dadanya, jantung tidak dihentikan ketika dilakukan implantasi katup jantung transkateter pada jantung yang berdetak, katup aorta asli tidak dihilangkan dan pada lokasi tersebut tidak perlu dilakukan penjahitan katup transkateter yang baru ditanam. Prosedur pendekatan menggunakan pangkal paha juga dapat dilakukan dengan anestesi lokal.

Beberapa studi acak yang besar telah menunjukkan efikasi dan keamanan dari teknologi TAVI. Sebagai contoh, uji PARTNER menunjukkan bahwa TAVI lebih baik dibanding dengan pemasangan balon pada katup aorta, yang menggunakan balon untuk memperlebar katup jantung yang menyempit, pada pasien yang tidak dapat dioperasi. Uji tersebut juga menemukan bahwa TAVI sama efektifnya dengan bedah jantung terbuka. Selain itu, uji CoreValve menunjukkan bahwa TAVI lebih baik dibanding dengan bedah jantung terbuka pada pasien berisiko tinggi. Dari data-data ini, TAVI telah menjadi pilihan pengobatan untuk pasien yang tidak dapat dioperasi, dan mungkin adalah pilihan yang lebih baik dan lebih aman untuk pasien dengan risiko bedah tinggi.

Untuk pasien dengan risiko bedah yang sedang, TAVI juga menjadi pilihan yang kurang invasif. Dalam sub-analisis pada pasien yang menjalani terapi TAVI dengan pendekatan melalui pangkal paha, TAVI memiliki tingkat yang lebih rendah terhadap konsekuensi terjadinya stroke yang melumpuhkan atau kematian, sehingga menjadikannya lebih baik daripada bedah jantung terbuka.

Meskipun demikian, Dr. Chiam menyatakan bahwa meskipun risiko stroke terkait TAVI adalah serupa atau lebih rendah dari bedah jantung terbuka, tetap ada risiko absolut signifikan terhadap stroke sebesar 2 – 5%, seperti pada bedah jantung apapun. Hal ini merupakan pertimbangan penting karena semakin banyak pasien berisiko rendah dan berusia lebih muda yang menjalani TAVI.

TAVI telah menunjukkan kemajuan besar

Meskipun demikian, Dr. Chiam menambahkan bahwa beberapa perangkat telah dikembangkan untuk mengurangi risiko stroke yang berkaitan dengan pengobatan jantung dengan memfilter debris sebelum mencapai otak atau membelokkan debris menjauh dari suplai darah otak.

Selain itu, katup jantung transkateter generasi baru saat ini dapat diposisikan ulang jika posisi implan awal dianggap kurang optimal, dan bahkan dapat dilepaskan jika diperlukan katup yang berukuran lebih kecil atau lebih besar. Hal ini meningkatkan akurasi dan keamanan prosedur. Beberapa katup juga meningkatkan ‘penyegelan’ katup jantung transkateter terhadap jaringan asli, sehingga mengurangi masalah kebocoran akibat celah kecil antara katup yang baru ditanam dan jaringan asli.

Katup generasi baru ini memang merupakan suatu perubahan yang signifikan, dengan banyak perbaikan terjadi dalam kurun waktu singkat. Penambahan terbaru pada perangkat perlindungan otak di TAVI juga menawarkan opsi penanganan yang lebih aman dan dapat diterapkan bagi banyak pasien dengan stenosis katup aorta yang parah.

Artikel dibuat oleh Dr Paul Chiam, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth

14.SEP.2017
img
Chiam Toon Lim Paul
Ahli Kardiologi 
Mount Elizabeth Hospital

Dr. Paul Chiam adalah seorang ahli kardiologi di Mount Elizabeth Hospital dan Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.