8.MAR.2017 5 MNT DIBACA | 5 MNT DIBACA

Jantung wanita berbeda dari jantung pria dan memerlukan perhatian khusus.

Dr Stanley Chia, ahli jantung di Mount Elizabeth Hospital, menjelaskan alasan jantung wanita lebih memerlukan perhatian dan cara untuk merawat jantung bagi wanita.

Meskipun penyakit jantung sering dikaitkan dengan pria paruh baya atau tua, ada lebih banyak wanita daripada pria yang sebenarnya menderita penyakit jantung di banyak negara. Banyak orang masih mengira bahwa penyakit jantung adalah penyakit pria, padahal sebenarnya penyakit jantung adalah salah satu pembunuh utama wanita di seluruh dunia.

Riset penyakit jantung secara historis berfokus pada pria. Namun, karena jantung wanita berbeda dengan pria, diagnosis dan penanganan penyakit jantung pada wanita biasanya masih tertinggal dibanding pria.

Tantangan utama dalam mendiagnosis penyakit jantung pada wanita adalah bahwa tanda-tanda peringatan pada wanita dapat berbeda daripada pria. Akibatnya, banyak wanita yang menunda mendapatkan bantuan untuk masalah jantung mereka.

Gejala serangan jantung yang unik pada wanita

Gejala serangan jantung yang paling khas adalah nyeri dada yang sangat parah - sering digambarkan sebagai perasaan sesak di dada yang mungkin menjalar ke rahang atau lengan.

Namun, gejala-gejala ini tidak selalu memengaruhi wanita dengan penyakit jantung. Beberapa wanita tidak mengalami gejala klasik ini, bahkan dapat mengalami serangan jantung tanpa nyeri dada sama sekali.

Ketika serangan jantung terasa, wanita lebih cenderung mengalami gejala atipikal dibanding pria, seperti

  • Nyeri pada lengan, punggung, leher, rahang, atau bahkan perut
  • Nyeri bertahap atau tiba-tiba yang mungkin bertambah dan berkurang, dan sering disalahartikan sebagai heartburn, gastritis, atau nyeri otot
  • Napas tersengal, mual, atau pusing
  • Berkeringat dingin
  • Merasa sangat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat

Faktor risiko penyakit jantung pada wanita

Faktor risiko umum penyakit jantung lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, dan obesitas, dapat memengaruhi semua pasien. Namun, faktor risiko tertentu dapat memiliki peran yang lebih signifikan dalam perkembangan penyakit jantung pada wanita dibanding pria.

Faktor-faktor risiko seperti diabetes, sindrom metabolik, merokok, stres mental, depresi, dan kurangnya aktivitas fisik memiliki dampak yang lebih besar bagi perkembangan penyakit jantung pada wanita.

Wanita juga berisiko lebih tinggi mengidap jenis penyakit jantung lainnya.

Penyakit mikrovaskular koroner adalah kondisi yang memengaruhi arteri kecil jantung, dan dapat disebabkan oleh rendahnya kadar estrogen setelah menopause.

Pasien mungkin mengalami nyeri dada saat beristirahat atau bahkan tidur, karena gejalanya dapat dipicu oleh tekanan mental.

Wanita juga lebih cenderung memiliki kondisi yang disebut sindrom patah hati, yang terjadi ketika stres emosional ekstrem dapat menyebabkan kegagalan otot jantung. Umumnya, wanita cenderung mengidap penyakit jantung 10 tahun lebih lambat dibanding pria.

Cara merawat jantung bagi wanita

Untungnya, penyakit jantung biasanya dapat dicegah. Wanita dapat mengendalikan banyak faktor risiko penyakit jantung melalui perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Wanita dapat menurunkan risiko serangan jantung dengan langkah-langkah penting ini:

  • Rutin berolahraga
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Tidak merokok
  • Memiliki pola makan seimbang yang rendah lemak jenuh dan garam
  • Minumlah obat yang diresepkan oleh dokter, seperti pengencer darah (aspirin), obat penurun tekanan darah dan kolesterol, dan obat diabetes jika Anda memiliki kadar glukosa darah tinggi

Yang paling penting, wanita tidak boleh mengabaikan tanda-tanda peringatan penyakit jantung.

Dengarkan tubuh Anda dan jangan abaikan apa yang Anda rasakan. Jangan takut orang lain mengira Anda berpikir macam-maca atau Anda merasa konyol jika salah. Memeriksakan kesehatan jantung sendiri selalu lebih baik!

8.MAR.2017
img
Chia Stanley
Ahli Kardiologi
Mount Elizabeth Hospital

Dr. Stanley Chia adalah ahli kardiologi intervensi dan dokter di Rumah Sakit Mount Elizabeth dan Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura.