2.JAN.2019 6 MNT DIBACA | 6 MNT DIBACA

Apakah setiap pagi jari Anda kaku saat bangun tidur, atau apakah Anda kesulitan membengkokkan atau meluruskan jari Anda?

Jari pelatuk adalah salah satu penyebab paling umum nyeri tangan pada orang dewasa. Kondisi ini dapat membatasi gerakan jari Anda dan menyulitkan Anda untuk meluruskan dan membengkokkan jari Anda.

Dr Aaron Gan menjelaskan lebih lanjut tentang jari pelatuk.

Apa itu jari pelatuk?

Jari pelatuk - Penyakit apa ini?
Jari pelatuk, disebut juga sebagai tenosinovitis stenosis adalah suatu kondisi saat Anda mengalami rasa nyeri dan bengkak pada pangkal jari Anda. Jari mana pun dan lebih dari satu jari, dapat terkena kondisi ini. Saat Anda merenggangkan jari yang mengalami masalah ini dari posisi mengepal, jari ini mungkin akan tersentak, berderak, atau berbunyi klik, seperti bunyi pelatuk pada senapan saat hendak menembak. Inilah alasan kondisi ini dinamai jari pelatuk.

Jaringan yang terlibat dalam membengkokkan dan meluruskan jari-jari pada tangan dan lengan Anda meliputi:

  • Tendon – jaringan ikat berserat yang menghubungkan otot ke tulang
  • Pulley – ligamen yang menahan tendon melekat pada tulang

Tendon dikelilingi oleh selubung jaringan yang disebut sinovium, membran pelumas yang mengitari persendian kita, sehingga memungkinkan tendon untuk bergerak luwes. Jari pelatuk terjadi saat peradangan mempersempit ruang dalam selubung yang mengelilingi tendon fleksor yang menghubungkan otot lengan bawah ke tulang, pada jari yang terdampak.

Peradangan paling umum terjadi pada daerah pulley A1 yang terletak pada pangkal masing-masing jari pada area telapak tangan. Kondisi ini diakibatkan peradangan sinovium tendon fleksor yang mungkin terasa seperti nodul atau benjolan kecil. Apabila jari yang terdampak direntangkan, pulley yang menebal akan menjangkau nodul ini saat tendon berusaha untuk bergerak luwes dalam selubung. Nodul pun tersendat, sehingga mengakibatkan jari terkunci pada posisi menekuk. Apabila Anda memberikan upaya lebih besar untuk meluruskan jari, maka nodul akan menyembul melalui pulley, sehingga menimbulkan fenomena kondisi terpelatuk. Dalam kasus saat pembengkakan tendon dan pengetatan selubung yang parah, Anda bahkan tidak dapat menekuk sepenuhnya jari yang terdampak.

Apakah gejala jari pelatuk?

Gejala ini pada mulanya mungkin terasa ringan, namun bertambah parah seiring waktu. Jari terpelatuk sering kali terjadi di pagi hari, saat Anda menggenggam sesuatu atau saat Anda meluruskan jari Anda.

Gejalanya antara lain:

  • Jari terasa kaku, terutama di pagi hari
  • Sensasi klik atau berderak yang menyakitkan saat Anda membengkokkan atau meluruskan jari
  • Rasa sakit atau benjolan pada telapak tangan di pangkal jari yang terdampak
  • Jari yang terdampak akan kaku atau terkunci pada posisi menekuk, lalu tiba-tiba terpelatuk lurus
  • Jari yang terdampak akan terkunci dalam posisi menekuk, Anda pun tidak dapat meluruskannya

Siapa yang paling rentan menderita jari pelatuk, dan apa alasannya?

Jari pelatuk - Siapa yang paling rentan menderita?
Jari pelatuk umumnya terkait dengan usia, dan gangguan kesehatan yang sudah ada sebelumnya, misalnya diabetes melitus, artritis reumatoid, dan asam urat. Namun demikian, penyebab untuk sebagian besar kasus jari pelatuk masih belum diketahui. Diyakini penggunaan jari-jemari secara konstan atau berulang dapat mengakibatkan terakumulasinya keausan pada permukaan antara tendon fleksor dan pulley A1. Seiring waktu, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan dan peradangan pada tendon fleksor dan berkembangnya jari pelatuk.

Kapan saya harus mengunjungi dokter jika menderita jari pelatuk?

Anda tidak boleh menunda agar mendapatkan penanganan medis jika sendi jari Anda terasa panas dan meradang karena hal ini mungkin menandakan terjadinya infeksi. Menunda pengobatan jika gejala di atas muncul dapat menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan lebih lanjut.

Bagaimana diagnosis jari pelatuk?

Dokter bedah akan terlebih dahulu menanyakan riwayat kesehatan Anda sebelum melakukan pemeriksaan klinis terhadap tangan Anda. Tingkat keparahan jari pelatuk dan kondisi Anda akan dinilai oleh dokter spesialis bedah sebagai berikut:

Grade I Terdapat bukti terjadinya peradangan di daerah pulley A1 jari yang terdampak, namun tidak menunjukkan adanya kondisi terpelatuk
Grade II Terdapat bukti terjadinya peradangan di daerah pulley A1 jari yang terdampak dan menunjukkan kondisi terpelatuk saat pasien diminta untuk meregangkan jari dari posisi tertekuk sepenuhnya
Grade III A Sebagaimana pengamatan dalam grade II, namun ditambah dengan ketidakmampuan pasien untuk meregangkan jari sepenuhnya secara aktif karena terkunci dalam posisi tertekuk, dan hanya dapat dilakukan jika dibantu oleh tangan yang lain
Grade III B Pasien tidak dapat menekuk jari sepenuhnya dikarenakan peradangan berat pada daerah pulley A1
Grade IV Terdapat kelainan kelenturan tetap pada sendi interfalang proksimal dikarenakan peradangan yang telah berlangsung lama

Bagaimana perawatan jari pelatuk?

Jari pelatuk - Perawatan
Terdapat 3 cara untuk menangani jari pelatuk:

1. Perawatan nonbedah dan noninvasif

Tindakan ini melibatkan pemberian obat antiradang nonsteroid oral, dipadukan dengan terapi tangan, pembelatan (splinting), dan modifikasi aktivitas. Secara umum, tindakan ini dianjurkan hanya untuk pasien yang menderita jari pelatuk untuk pertama kali atau mereka yang tergolong dalam grade I atau permulaan grade II.

2. Metode nonbedah dan invasif

Tindakan ini melibatkan injeksi, langsung ke selubung tendon fleksor. Injeksi tersebut mengandung campuran obat anestesi lokal (pengebasan) dan preparasi kortikosteroid. Tindakan ini mengatasi peradangan pada lokasi pulley A1 dan meredakan jari pelatuk. Efek ini mungkin dapat tidak dapat bertahan lama dan potensi kambuh akan selalu ada. Tidak boleh melakukan injeksi berulang. Dokter bedah tangan menganjurkan maksimum 2 injeksi ke jari yang terdampak, kecuali jari kelingking yang tidak boleh mendapatkan lebih dari 1 injeksi. Hal ini berdasarkan keyakinan kortikosteroid mampu melemahkan tendon dan dapat mengakibatkan ruptur tendon atraumatik (sobek) jika harus menjalani injeksi berulang. Perawatan ini dianjurkan jika pengobatan noninvasif tidak berhasil dan untuk jari pelatuk grade II atau III.

3. Intervensi bedah

Tindakan ini dilakukan untuk membebaskan pulley A1, pre-annular pulley, dan bahkan bagian pulley A2, jika perlu melalui sayatan kulit kecil yang dibuat di pangkal jari.

Jari pelatuk kambuh jarang terjadi setelah pembedahan. Untuk jari pelatuk grade IV, dokter ahli bedah mungkin akan melakukan prosedur tambahan untuk membebaskan sendi interfalang proksimal, sendi engsel antara tulang-tulang digitalis pada jari-jemari yang memberikan kelenturan pada telapak tangan yang terkunci akibat kaku dalam waktu yang lama. Sayatan tambahan pada sendi interfalang proksimal perlu dilakukan dalam prosedur tersebut.

Dokter spesialis apa yang harus saya kunjungi untuk mengatasi jari pelatuk?

Anda disarankan untuk mengunjungi dokter bedah tangan yang berpengalaman secara khusus dalam menangani gangguan pada jari, tangan, dan pergelangan tangan. Dokter bedah tangan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk menangani semua grade jari pelatuk. Pusat bedah tangan juga memiliki terapis okupasi tangan yang menyediakan terapi tangan dan keahlian pembelatan (splint), misalnya pembelatan angka delapan yang digunakan dalam menangani jari pelatuk grade awal. Dokter bedah tangan terlatih akan memberikan injeksi selubung fleksor secara intratekal untuk memaksimalkan kemungkinan penyembuhan dan meminimalkan peluang kambuh. Apabila pembedahan perlu dilakukan, dokter bedah tangan akan melakukan operasi terumit untuk membebaskan pelatuk. Sayatan kulit dibuat mengikuti garis lekukan alami kulit guna memberikan hasil yang bebas bekas luka.

 

Artikel merupakan kontribusi Dr Aaron Gan, dokter bedah tangan di Rumah Sakit Mount Elizabeth

Referensi

One shot cure for trigger finger. (Jun 12, 2015). Ditelusuri 5 Desember 2018 dari http://www.asiaone.com/health/one-shot-cure-trigger-finger

Trigger Finger. (n.d.). Ditelusuri 5 Desember 2018 dari https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/guide/trigger-finger#1

Trigger Finger. (n.d.) Ditelusuri 5 Desember 2018 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100

2.JAN.2019
img
Gan Wei Tat Aaron
Hand Surgeon
Mount Elizabeth Hospital

Dr Aaron Gan is Consultant Hand Surgeon heading the Mount Elizabeth Medical Centre and Gleneagles Medical Centre branches of CHARMS. Before joining CHARMS, he was appointed as Consultant in the Department of Hand & Reconstructive Microsurgery of the National University Hospital. Dr Gan specializes in hand and wrist trauma, degenerative hand and wrist conditions and microsurgical resurfacing in upper and lower limb trauma. Besides these, Dr Gan has special interests in perforator flap surgery, hepatic artery anastomosis in liver transplantation, minimally-invasive hand surgery and wrist arthroscopy. He is well published in peer-reviewed medical journals and has been invited to share his knowledge in numerous lectures and seminars local and abroad.