20.APR.2017 5 MNT DIBACA | 5 MNT DIBACA

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ada banyak hal yang diturunkan dari ibu Anda – Anda mungkin memiliki mata cokelat, lesung pipit dan tawa terbahak-bahaknya.

Bukan hal baru bahwa ibu Anda berperan besar dalam membentuk siapa diri Anda, dan bahwasanya Anda harus banyak berterima kasih kepadanya - tetapi ketika itu menyangkut kesehatan, jangan terlalu cepat menyalahkannya gen ibu Anda.

Meskipun Anda mungkin secara genetik memiliki kecenderungan terhadap kondisi kesehatan tertentu, tanggung jawab utama untuk kesehatan Anda tetap menjadi tanggung jawab Anda. Ada faktor-faktor risiko yang berada dalam kendali Anda, yang dapat Anda kelola untuk mengambil alih kesehatan Anda.

Penyakit jantung

Risiko Anda terkena penyakit jantung meningkat secara signifikan jika siapa pun dalam keluarga dekat Anda, termasuk ibu Anda, mengalami serangan jantung atau menderita nyeri dada karena penyumbatan pembuluh darah. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

  • Pertahankan berat badan yang sehat - Kelebihan berat badan dapat menyebabkan kondisi yang meningkatkan kemungkinan Anda terkena penyakit jantung dan stroke, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  • Pertahankan angka kolesterol dan tekanan darah yang sehat - Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat merusak jantung dan pembuluh darah Anda. Kelola hal tersebut dengan cara meminum obat dan mengikuti rencana gaya hidup sehat yang dianjurkan oleh dokter Anda.
  • Lakukan skrining kesehatan secara teratur - Tanpa tes tekanan darah dan kadar kolesterol, Anda mungkin tidak mengetahui risiko Anda terhadap penyakit jantung. Skrining secara reguler dapat memberi tahu apakah Anda perlu mengambil tindakan, serta dapat mengidentifikasi kondisi serius yang seringkali dapat diobati.
  • Makan makanan yang menyehatkan jantung – Pola makan yang menyehatkan jantung termasuk membatasi asupan gula, natrium dan lemak jenuh, dan pastikan untuk mengonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
  • Jangan merokok - Merokok adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk penyakit jantung. Dr Leslie Tay, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth, memperingatkan bahwa jika Anda merokok secara rutin, Anda hampir menjamin diri Anda menderita penyakit jantung dalam hidup Anda. Berbicara tentang pencegahan penyakit jantung, tidak ada jumlah merokok yang aman. Semakin banyak Anda merokok, semakin besar risiko Anda. Berita baiknya adalah, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok - risiko penyakit jantung Anda mulai berkurang setelah Anda berhenti.
  • Olahraga – Terus terusan duduk berkemungkinan dua kali lebih mematikan dari obesitas, peringatan dari Dr. Tay. Olahraga ringan namun teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko kematian dini. Hal ini juga dapat membantu Anda mengontrol berat badan dan mengatur tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol, menurunkan risiko terkena hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Terlepas dari usia, Anda harus berusaha mengidentifikasi risiko-risiko Anda dan mengendalikannya. Melakukan hal tersebut akan secara signifikan mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

 

Ditinjau oleh Dr Leslie Tay, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth

Osteoporosis

Jika ibu Anda mengalami pengeroposan tulang atau jika Anda mewarisi kerangka tubuhnya yang lebih kecil, Anda berkemungkinan untuk terkena osteoporosis.Untungnya bagi Anda, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan sejak usia muda untuk mencegah hal itu terjadi.

  • Mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup - Hanya mengonsumsi kalsium saja tidak cukup. Vitamin D diperlukan karena membantu tubuh Anda menyerap kalsium.
  • Hindari merokok - Tubuh Anda kurang mampu menyerap kalsium jika Anda merokok. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan tembakau menyebabkan penurunan kepadatan tulang.
  • Lakukan latihan angkat beban – Latihan angkat beban meningkatkan massa tulang Anda, meningkatkan kesehatan tulang Anda. Pilihlah dari berbagai kegiatan seperti mendaki, menari, tenis, dan olahraga raket lainnya.

Jika banyak kerabat Anda menderita osteoporosis, Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk memindai tulang sejak usia muda.

Radang sendi

Jika ibu Anda mengalaminya, maka Anda lebih berisiko hingga 50% untuk mengalami radang sendi. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh, yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi dan tulang rawan. Ini dapat menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan yang pada akhirnya dapat menyebabkan erosi tulang dan kerusakan sendi.

Berikut adalah langkah-langkah gaya hidup yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risikonya.

  • Jangan merokok - Merokok meningkatkan risiko Anda terkena radang sendi, terutama jika Anda secara genetik sudah rentan terhadap penyakit ini. Merokok juga dikaitkan dengan meningkatkan tingkat keparahan penyakit tersebut.
  • Pertahankan berat badan yang sehat - Seseorang dengan kelebihan berat badan atau obesitas berisiko lebih tinggi terkena radang sendi, terutama bagi wanita yang didiagnosis menderita penyakit ini sebelum berusia 56 tahun. Pertahankan berat badan yang sehat dengan mengatur pola makan Anda dan berolahraga secara teratur.
  • Kurangi asupan daging merah dan kafein - Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang yang mengonsumsi banyak daging merah dan kafein. Sebaliknya, kemungkinan ada manfaat dari asupan tinggi vitamin C, antioksidan yang dapat membantu melawan molekul yang memicu peradangan sendi.

 

Ditinjau oleh Dr Jeffrey Chew, ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit Mount Elizabeth

Kanker payudara

Jika ibu Anda telah didiagnosis dengan kanker payudara, maka risiko Anda terkena penyakit ini hampir dua kali lipat. Jika Anda mewarisi mutasi berbahaya BRCA1 atau BRCA2, risiko Anda terkena kanker payudara meningkat antara 40 - 85%, kira-kira 3 - 7 kali lebih besar daripada wanita yang tidak mengalami mutasi tersebut.

Namun, ada faktor-faktor risiko lain yang berada dalam kendali Anda. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengelola faktor risiko Anda adalah sebagai berikut

  • Minum minuman beralkohol secukupnya atau jangan minum sama sekali - Bagi wanita, 1 gelas sehari adalah batasnya. Minum minuman beralkohol 2 gelas atau lebih dalam sehari secara rutin akan melipatgandakan risiko kanker payudara.
  • Rencanakan berkeluarga sejak dini - Jika membangun keluarga selalu menjadi bagian dari rencana hidup Anda, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk memiliki bayi sebelum usia 30 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki bayi pertama Anda sebelum usia 30 dapat mengurangi risiko kanker payudara. Menyusui selama lebih dari 6 bulan juga akan memberi efek perlindungan.
  • Pertahankan berat badan yang sehat - Kelebihan berat badan menempatkan Anda pada risiko sejumlah penyakit, yang semuanya dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Pertahankan berat badan yang sehat dengan makan dengan baik dan memiliki gaya hidup aktif.
  • Jangan merokok - Merokok meningkatkan risiko banyak penyakit dan dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Adalah ide bagus bagi Anda untuk menjalani skrining secara reguler, dan Anda disarankan untuk menjalani skrining di usia muda jika Anda memiliki riwayat keluarga dekat yang terkena kanker payudara.

 

Ditinjau oleh Dr Tan Yah Yuen, ahli bedah payudara di Rumah Sakit Mount Elizabeth

Migrain

Risiko Anda menderita migrain meningkat 50% jika ibu Anda menderita kondisi tersebut. Meskipun hanya sedikit yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hal itu terjadi, Anda dapat mengatur kondisi tersebut dengan membuat beberapa perubahan pada gaya hidup Anda.

Adalah bijaksana bagi Anda untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan tertentu - alkohol, cokelat, keju, kopi, dan buah jeruk adalah pemicu migrain pada umumnya. Jika memungkinkan, cobalah untuk menghindari tempat-tempat dengan cahaya terang atau bau yang menyengat. Minum banyak air, cukup istirahat setiap hari, dan kelola stres yang Anda hadapi dalam hidup Anda. Temukan pemicu Anda, dan hindari pemicu tersebut.

Penyakit Alzheimer dan demensia

Jika ibu Anda menderita penyakit Alzheimer dini, risiko Anda terkena penyakit ini meningkat sekitar 30 - 50%. Ada juga peningkatan sebesar 3 - 5% dalam peluang Anda terkena demensia. Untungnya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melawan peluang tersebut.

  • Pertahankan tekanan darah dan kadar kolesterol yang sehat - Beberapa kondisi yang diketahui meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko terkena Alzheimer.
  • Pertahankan berat badan yang sehat – Hal ini akan mengurangi risiko Anda menderita diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung - kondisi yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena demensia.
  • Jangan merokok - Dengan merokok, Anda berisiko lebih tinggi terkena demensia dan sejumlah penyakit lainnya.
  • Olahraga - Latihan fisik secara teratur bermanfaat bagi sel-sel otak dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen di otak. Hal itu tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung namun juga dapat membantu mengurangi risiko terserang penyakit Alzheimer.

Bukti terbaru menunjukkan bahwa makanan yang sehat bagi jantung juga dapat membantu melindungi otak. Makan yang sehat untuk jantung termasuk membatasi asupan gula dan lemak jenuh serta memastikan untuk mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, dan gandum utuh.

Jika digabungkan, hal ini dapat mengurangi risiko terkena demensia sekitar 20%.

 

Ditinjau oleh Dr Lee Kim En, ahli saraf di Rumah Sakit Mount Elizabeth

 

Hanya karena Anda secara genetis cenderung pada kondisi tertentu tidak berarti bahwa Anda ditakdirkan untuk memiliki penyakit-penyakit tersebut. Untuk sebagian besar kondisi ini, penyebabnya adalah interaksi genetika kompleks dan faktor-faktor lain.

Ada faktor-faktor risiko yang ada dalam kendali Anda, yang dapat Anda kelola untuk menjadi versi paling sehat dari diri Anda. Meskipun Anda mungkin dirugikan dari sudut pandang genetik, Anda dapat mengambil alih hidup dan kesehatan Anda dengan mengerjakan bagian Anda untuk tetap sehat.

 

Artikel ditinjau oleh
Dr Leslie Tay, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth
Dr Jeffrey Chew, dokter bedah ortopedi di Rumah Sakit Mount Elizabeth
Dr Tan Yah Yuen, dokter bedah payudara di Rumah Sakit Mount Elizabeth
Dr Lee Kim En, ahli saraf di Rumah Sakit Mount Elizabeth

Referensi

Collaborative Group on Hormonal Factors in Breast Cancer. Familial breast cancer: collaborative reanalysis of individual data from 52 epidemiological studies including 58,209 women with breast cancer and 101,986 women without the disease. Lancet. 358: 1389-99, 2001.

Fukui, Patrícia Timy et al. Trigger factors in migraine patients. Arq. Neuro-Psiquiatr. [online]. 2008, vol.66, n.3a [cited  2017-04-12], pp.494-499.

Russell MB, Olesen J. Increased familial risk and evidence of genetic factor in migraine. BMJ. 1995; 311:541-544.

Smoking and Bone Health. (n.d.). Retrieved 6 April 2016 from www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/conditions-behaviors/bone-smoking

The Effect of Cigarette Smoking on the Development of Osteoporosis and Related Fractures. (1999). Retrieved 6 April 2016 from www.medscape.com/viewarticle/717392_3

What to Do if Your Genetic Test Results Are Positive. (n.d.). Retrieved 6 April 2016 from www.breastcancer.org/symptoms/testing/genetic/pos_results

20.APR.2017