• Mount Elizabeth

Aneurisma Otak

  • Apa Aneurisma Otak itu?

    Aneurisma Otak yaitu "gelembung udara" yang terjadi di dinding pembuluh darah dalam otak yang dipenuhi dengan darah, dan akhirnya akan pecah. Apabila terjadi, hal ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada sekitar sel otak. Aneurisma otak biasanya mempengaruhi arteri otak utama yang mengalir di bawah otak dan dasar tengkorak. Siapa pun dapat menderita Aneurisma Otak. Namun demikian, risiko pecahnya Aneurisma meningkat pada orang yang berusia di atas 40 tahun, dan pada wanita, risikonya lebih besar daripada pria.

  • Aneurisma Otak berkembang di dalam dinding arteri yang lemah atau rusak, meskipun penyebab ini belum sepenuhnya dipahami. Bisa jadi, ini adalah proses degenerasi, di mana faktor-faktor, seperti penambahan usia dan tekanan darah tinggi memiliki peran yang sangat menentukan. Sering kali, hal ini juga dikaitkan ke atheroslerosis, yaitu penyakit pembuluh darah yang menyebabkan pengerasan pembuluh darah akibat menumpuknya endapan lemak di bagian dalam dinding pembuluh darah.

    Aneurisma Otak umumnya terjadi pada orang yang menderita kelainan genetika, termasuk kelainan jaringan ikat dan penyakit ginjal polisistik. Sebagian penyakit sirkulasi darah, seperti arteriovenous malformation, dapat juga menyebabkan aneurisme otak. Penyebab lainnya, termasuk konsumsi alkohol dan obat secara berlebihan, cedera kepala, infeksi dan tumor.

  • Gejala Aneurisme Otak mungkin tidak muncul, sampai terjadi pendarahan. Termasuk:

    • Penglihatan dan bicara terganggu
    • Kehilangan kesadaran atau penglihatan tiba-tiba gelap selama sesaat
    • Mual dan muntah-muntah
    • Nyeri leher
    • Lumpuh atau lemah pada satu sisi tubuh
    • Kejang-kejang
    • Sakit kepala yang parah secara tiba-tiba
  • Aneurisma Otak harus segera diobati untuk menghindari konsekuensi yang fatal. Tujuan terapi berikut ini adalah untuk menghentikan agar aneurisma tidak pecah, atau mencegah pendarahan jika aneurisma sudah pecah:

    • Prosedur Bypass - Ini digunakan untuk mengubah rute aliran darah di sekitar bagian arteri yang tersumbat (dikerjakan pada waktu yang sama saat melaksanakan prosedur oklusi).
    • Prosedur Endovaskuler - Kateter yang dimasukkan dari selangkangan dan diarahkan ke arah pembuluh darah otak yang terpengaruh. Koil platinum kemudian dilepaskan ke dalam aneurisme untuk menginduksi pembentukan gumpalan darah.
    • Bedah Mikro Penjepitan Aneurisma - Dokter bedah menempatkan jepitan di sekitar aneurisme yang membengkak untuk memotong pasokan darah dan mencegah pendarahan lebih jauh.
    • Oklusi - Prosedur bedah terbuka ini memblokir aliran darah ke aneurisme melalui arteri.
  • Spesialis Kami

    Ada 16 SpesialisLihat Semua

    Ada 16 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan

  • Multimedia