Kanker Laring (Pita Suara)

  • Apakah itu kanker laring?

    Kanker laringeal merujuk ke kanker laring atau kanker pita suara. Kanker laring diakibatkan pertumbuhan sel-sel abnormal dalam laring yang berkembang secara tidak terkontrol, hingga menghasilkan jaringan ekstra atau tumor. Kanker laring dapat terjadi pada pita suara atau bagian di atasnya.

    Angka kasus kanker laring di Indonesia diperkirakan berkisar di angka 2 – 5% dari total seluruh kasus kanker di Indonesia, dengan kecenderungan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, diketahui juga bahwa kasus cenderung didominasi oleh pria, kemungkinan berhubungan dengan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol – yang mungkin menjelaskan kenaikan prevalensi kanker laring pada pria Indonesia, yang memang akrab dengan kebiasaan merokok.

    Terdapat tiga jenis kanker laringeal:

    • Kanker glotis yang memengaruhi pita suara.
    • Kanker supraglotis yang memengaruhi jaringan di atas pita suara.
    • Kanker subglotis yang memengaruhi jaringan di bawah tali suara.

    Dokter menentukan tingkat perkembangan kanker laring berdasarkan seberapa jauh kanker telah menyebar. Ada 5 tahap atau stadium kanker laring:

    • Stadium 0 – Juga disebut karsinoma in situ, ini adalah tahap paling awal dari kanker di mana kanker hanya terbatas berada di lapisan jaringan dalam laring.
    • Stadium 1 – Kanker telah berkembang lebih jauh tetapi belum menyebar ke bagian lain. Pita suara masih dapat bergerak secara normal.
    • Stadium 2 – Kanker tetap berada di dalam laring, tetapi mungkin penyebaran telah mencapai bagian lain dari laring seperti supraglotis, glotis, atau pita suara.
    • Stadium 3 – Tumor telah bertambah besar dan menyebabkan satu pita suara tidak dapat bergerak. Di tahap ini, tumor telah menyebar ke area yang dekat seperti bagian dalam dari tulang rawan tiroid atau jaringan di depan epiglotis.
    • Stadium 4 – Di tahap ini, tumor telah menyebar ke jaringan tubuh di luar laring. Kanker dapat ditemukan berkembang di kelenjar tiroid, pipa saluran napas (trakea) angin, atau pipa saluran makanan (esofagus).

    anatomi laring

  • Kanker laring diakibatkan mutasi DNA pada sel-sel di dalam laring, tetapi pemicu terjadinya mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu ada faktor-faktor risiko yang terkait erat dengan penyebab kanker laring, di antaranya:

    • Kebiasaan merokok, yang merupakan faktor risiko utama. Tidak hanya pada perokok aktif, tetapi perokok pasif yang sering terpapar asap rokok dapat berisiko tinggi terkena penyakit ini.
    • Mengonsumsi alkohol berlebihan
    • Usia, di mana kanker laring sering ditemukan pada pasien berusia 40 tahun ke atas.
    • Riwayat kanker laring dalam keluarga, yang dapat meningkatkan risiko kanker laring.
    • Kondisi genetik tertentu, seperti anemia Fanconi.
    • Terpapar zat kimia tertentu seperti asbes dan asam sulfur.
    • Refluks asam lambung, yang dapat dapat menyebabkan rusaknya jaringan dan meningkatkan risiko kanker laring.
    • Infeksi human papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan kutil di bagian tubuh, termasuk lapisan laring. Infeksi ini dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa timbul gejala. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker laring. HPV dapat ditularkan melalui perilaku seksual yang tidak sehat.
    • Kekurangan nutrisi.

    Walaupun penyebab pasti dari kanker laring belum dapat ditemukan secara pasti, tetapi ada beberapa langkah yang dapati ditempuh untuk mengurangi risiko, antara lain:

    • Menghindari atau menghentikan kebiasaan merokok.
    • Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol.
    • Mencukupi zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
    • Menggunakan alat pelindung diri saat terpapar zat kimia.
  • Pada umumnya tidak ada ciri-ciri kanker laring yang pasti muncul pada stadium awal. Namun, pasien mungkin menunjukkan gejala kanker laring berikut:

    • Benjolan pada leher.
    • Hidung mengeluarkan darah.
    • Batuk berdarah.
    • Sakit tenggorokan atau sulit menelan.
    • Kesulitan bernapas.
    • Sakit telinga.
    • Suara berubah atau serak.
    • Napas berbunyi atau berbau.
    • Berat badan menurun tanpa sebab.
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan diagnosis ketika mendapati gejala kanker laring dan mencurigai keberadaan kanker laring. Prosedur diagnosis yang mungkin ditempuh antara lain:

    • Pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
    • Laringoskopi, dengan menggunakan alat khusus untuk melihat kondisi dalam tenggorokan secara langsung.
    • Biopsi, untuk mengambil sampel jaringan yang dicurigai sebagai kanker dan kemudian diperiksa di laboratorium
    • CT Scan atau MRI, untuk mendapatkan visualisasi ukuran tumor dan penyebaran kanker
  • Hasil pemeriksaan akan memberikan dasar diagnosis yang akurat (tentang lokasi, ukuran, dan tingkat keparahan atau stadium) dan informasi tentang kondisi kesehatan pasien, yang memungkinkan dokter untuk menyarankan perawatan yang sesuai bagi pasien. Tim bedah spesialis, ahli onkologi medikdan radiasi, ahli patologi, dan ahli radiologi akan mengevaluasi kondisi pasien serta menyarankan rencana terapi individual untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Ada beragam pilihan prosedur yang dapat diambil. Kombinasi dari beberapa prosedur penanganan sekaligus mungkin ditempuh untuk mendapatkan hasil yang efektif. Berikut adalah prosedur penanganan kanker laring yang biasanya dilakukan:

    • Radioterapi, dengan memanfaatkan radiasi sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi juga dapat digunakan untuk memperkecil sel kanker sehingga lebih mudah untuk diangkat pada saat operasi.
    • Pembedahan, di mana terdapat tiga prosedur pembedahan yang dapat dilakukan:
      • Reseksi endoskopi, dengan memotong tumor yang masih tergolong kecil. Dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang dilengkapi kamera ke dalam laring.
      • Laringektomi parsial, dengan memotong bagian laring yang bermasalah melalui sayatan pada leher.
      • Laringektomi total, dengan memotong laring seluruhnya akibat kanker yang sudah parah.
    • Kemoterapi, dengan menggunakan obat-obatan kimia untuk membunuh sel-sel kanker.

    Melakukan deteksi dini dan mendapatkan prosedur diagnostik yang akurat adalah langkah kunci dalam mengantisipasi dan menghadapi kanker pita suara. Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kami untuk menentukan penanganan kanker laring yang terbaik untuk Anda, termasuk perkiraan biaya operasi kanker pita suara.

    Buat Perjanjian atau Bertanya Temukan Dokter

  • Kanker pita suara maupun proses penanganannya dapat menimbulkan komplikasi, antara lain:

    • Sulit menelan atau disfagia.
    • Kehilangan suara.
    • Gangguan fungsi pengecapan pada lidah.
    • Penurunan fungsi sistem imun.
    • Mulut kering.
    • Kelelahan.
    • Sesak napas.
    • Perubahan pada kulit.
    • Peradangan mukosa tenggorokan atau lapisan dalam tenggorokan.
    • Mual dan muntah.
    • Malnutrisi.
  • Spesialis Kami

    Ada 84 SpesialisLihat Semua

    Ada 84 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan

  • Multimedia