Kanker Pankreas

  • Apakah itu kanker pankreas?

    Kanker pankreas terjadi akibat pertumbuhan jaringan tidak normal dalam pankreas yang membentuk tumor pankreas. Pankreas adalah kelenjar yang terletak di bagian abdomen atau rongga perut, tepatnya di belakang lambung.

    Jenis kanker pankreas biasanya dibedakan berdasarkan jenis kelenjar yang terdampak:

    • Kelenjar eksokrin, yang berfungsi memproduksi cairan atau enzim pencernaan.
    • Kelenjar endokrin, yang memproduksi hormon insulin dan glukagon untuk mengatur gula darah.

    Di Indonesia, kasus baru kanker pankreas nyaris mencapai angka 5.000 setiap tahunnya pada 2018. Angka ini sangat mungkin terus meningkat dengan semakin tingginya pengidap diabetes di Indonesia, yang merupakan salah satu faktor risiko dari kanker pankreas.

    ilustrasi pankreas sehat dan terkena kanker

  • Penyebab kanker pankreas tidak diketahui pasti, tetapi risiko dapat meningkat akibat:

    • Gaya hidup dan pola makan tidak sehat yang bisa mengakibatkan obesitas, sedangkan berat badan ideal dan asupan gizi yang tepat dapat menjaga pertumbuhan sel tetap normal.
    • Faktor keturunan atau memiliki kerabat dekat yang menderita kanker pankreas, karena diduga ada komponen penyebab kanker pankreas yang bersifat genetik.
    • Usia lanjut, di mana kanker pankreas banyak terjadi pada orang berumur di atas 50 tahun.
    • Menderita diabetes, yang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas dan juga sebaliknya (kanker pankreas meningkatkan risiko diabetes).
    • Merokok, karena rokok memiliki banyak zat oksidan yang menyebabkan jaringan dan organ dalam tubuh mengalami iritasi dan peradangan.
    • Menderita pankreatitis (peradangan pankreas), yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi kanker.
  • Ciri-ciri kanker pankreas sulit terlihat pada tahap awal. Sedangkan gejala kanker pankreas pada stadium lanjut akan tergantung jenis kelenjar pankreas yang terdampak. Meskipun begitu, gejala kanker pankreas secara umum dapat meliputi:

    • Nyeri di bagian perut, khususnya bagian tengah, atas, dan mungkin hingga ke punggung. Rasa nyeri disebabkan tumor pankreas yang tumbuh semakin besar dan menekan organ serta saraf di sekitarnya.
    • Warna kekuningan pada kulit atau di bagian putih pada mata (penyakit kuning). Juga dispepsia, kembung, dan kotoran yang berminyak. Gejala kanker pankreas ini disebabkan saluran empedu yang tertekan sehingga aliran empedu ke usus menjadi terganggu dan menumpuk.
    • Mual, lemas, dan berat badan menyusut. Ini diakibatkan lambung atau usus dua belas jari yang tertekan tumor pankreas, sehingga menghambat aliran makanan dan mengganggu produksi enzim pencernaan. Ini berujung pada penurunan nafsu makan dan efektivitas sistem pencernaan.
  • Diagnosis kanker pankreas cukup sulit dilakukan karena gejalanya yang kurang jelas dan lokasi pankreas yang sedikit tersembunyi di dalam rongga tubuh. Dokter dapat melakukan beberapa prosedur untuk memastikan keakuratan diagnosis kanker pankreas, di antaranya:

    • Pemeriksaan darah, untuk mencari protein spesifik tumor yang dilepaskan oleh sel kanker pankreas.
    • Pencitraan pankreas, untuk mempelajari keabnormalan pada organ pankreas dengan menggunakan USG, pemindaian CT (CT-scan), pemindaian PET (PET-scan), dan MRI. Jika diperlukan, prosedur endoluminal ultrasonography (EUS) dengan endoskop yang dilengkapi kamera kecil dan dimasukkan melalui mulut dapat dilakukan untuk memotret gambaran kondisi pankreas yang lebih jelas.
    • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) yang mirip dengan EUS, tetapi endoskop dalam proses ERCP digunakan untuk menyuntikkan pewarna khusus ke saluran pankreas dan empedu untuk mengidentifikasi keberadaan tumor yang menyumbat. Tes ini dilakukan pada pasien dengan penyakit kuning
    • Laparoskopi disebut juga pembedahan atau operasi lubang kunci, yang merupakan prosedur bedah minimal invasif dengan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat bernama laparoskop yang dilengkapi kamera. Alat ini berfungsi untuk melihat organ-organ di dalam rongga perut dan panggul.
    • Biopsi, yang adalah pengambilan sampel jaringan organ pankreas yang dicurigai sebagai tumor untuk diperiksa di laboratorium.
  • Mirip seperti penanganan kanker lainnya, pengobatan kanker pankreas tergantung dari beberapa faktor seperti kondisi kesehatan pasien, stadium, lokasi, dan penyebaran kanker. Pengobatan kanker pankreas stadium 4 yang telah menyebar ke organ lain akan jauh berbeda dengan pengobatan kanker pankreas stadium 1 yang hanya berada di pankreas.

    Jika dimungkinkan, pengobatan kanker pankreas bertujuan untuk mengangkat tumor dan menghilangkan sel kanker. Namun, jika pilihan tersebut tidak bisa ditempuh, penanganan kanker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Ini dilakukan dengan mencegah pembesaran tumor dan penyebaran kanker, serta mengurangi gejala kanker pankreas.

    Berikut adalah beberapa pilihan penanganan kanker pankreas:

    • Pembedahan atau operasi. Ini adalah prosedur yang paling banyak dilakukan karena bisa mengobati kanker pankreas sepenuhnya. Ada banyak jenis operasi, mulai dari pengangkatan sebagian pankreas hingga keseluruhan pankreas dan sebagian organ lain. Adapun jenis operasi yang paling banyak dilakukan adalah operasi Whipple, yang bertujuan mengangkat kepala pankreas. Namun begitu, tidak semua penderita dapat menempuh opsi ini karena beberapa pertimbangan seperti tingkat keparahan kanker dan kondisi kesehatan.
    • Kemoterapi. Dilakukan dengan pemberian obat yang membunuh sel kanker dan dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi. Prosedur ini dapat dikombinasikan dengan radioterapi untuk hasil yang optimal.
    • Terapi radiasi atau radioterapi. Dilakukan dengan memberikan paparan sinar-X untuk membunuh sel kanker dan memperkecil tumor. Terapi ini dapat mencegah kanker untuk kembali berkembang dan meredakan gejala nyeri serta penyakit kuning. Bagi pasien yang tidak bisa menempuh prosedur pembedahan, biasanya dokter akan menyarankan kombinasi radioterapi dan kemoterapi.
    • Terapi pendukung lainnya yang bertujuan mengurangi gejala kanker pankreas demi meningkatkan kualitas hidup pasien.

    Untuk memastikan pilihan perawatan dan pengobatan kanker pankreas yang terbaik sesuai kondisi pasien, diskusikan dengan dokter spesialis onkologi di Mount Elizabeth Hospitals.

    Buat Perjanjian atau Bertanya Temukan Dokter

  • Pada dasarnya prosedur pembedahan atau operasi pankreas memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, meskipun kualitas hidup pasien akan meningkat secara pesat sesudahnya. Maka dari itu, komplikasi utama dari pengobatan kanker pankreas terkait erat dengan prosedur pembedahan, seperti misalnya: perdarahan, infeksi, kadar gula yang tidak stabil, diabetes, gangguan fungsi lambung, malnutrisi, dan lainnya.

  • Spesialis Kami

    Ada 170 SpesialisLihat Semua

    Ada 170 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan

  • Multimedia