Kanker Perut (Lambung)

  • Apakah itu kanker lambung?

    Kanker perut (juga disebut kanker lambung) adalah penyakit yang diakibatkan pertumbuhan jaringan tidak normal dalam perut. Kanker perut biasanya berawal dari perkembangan sel abnormal yang membentuk tumor dan menjadi sel kanker ganas, lalu menyebar melalui dinding lambung. Kanker lambung lebih umum terdapat di Asia daripada di negara Barat. Di Indonesia, angka kasus baru kanker perut mencapai 3.000 kasus per tahunnya.

    Ada beberapa jenis kanker perut, di antaranya:

    • Adenokarsinoma, yang menyerang sel pelapis bagian dalam lambung.
    • Tumor karsinoid, yang menyerang sel-sel penghasil hormon dalam lambung.
    • Tumor stroma gastrointestinal atau Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST), yang menyerang jaringan ikat atau otot-otot dinding perut.
    • Limfoma lambung, yang menyerang sel-sel imun pada dinding lambung.
    • Karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel kecil, dan leiomyosarcoma (LMS), yang relatif lebih jarang dijumpai.

    diagnosis kanker lambung

  • Penyebab kanker perut atau kanker lambung belum diketahui secara pasti, meskipun telah dipahami bahwa penyebab kanker perut terkait dengan mutasi genetik pada sel di dalam lambung. Selain itu, penderita kanker lambung sering ditemukan terkena infeksi bakteri H. pylori, meskipun tidak setiap infeksi bakteri ini akan berkembang menjadi kanker lambung.

    Risiko untuk mengidap kanker perut dapat meningkat karena faktor-faktor berikut:

    • Berusia di atas 50 tahun.
    • Berjenis kelamin laki-laki.
    • Sering mengonsumsi makanan yang diasap, ikan dan daging asin, serta acar – makan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin A dan C dapat meningkatkan risiko kanker lambung.
    • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
    • Memiliki anggota keluarga yang terkena kanker lambung.
    • Merokok, karena zat karsinogenik pada rokok merupakan salah satu faktor yang dapat memicu kanker.

    Selain itu, kanker perut ditemukan lebih berisiko untuk diidap mereka yang pernah menderita penyakit berikut:

    • Infeksi bakteri H. pylori.
    • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV).
    • Peradangan lambung jangka lama (gastritis kronis).
    • Polip lambung.
    • Anemia akibat kekurangan vitamin B12.
    • Gangguan imun tubuh.
    • Kanker jenis lainnya.

    Dengan mengetahui faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker lambung, maka diketahui juga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker lambung atau menurunkan risikonya, misalnya:

    • Menghindari atau menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
    • Menghindari makanan yang diasap dan olahan.
    • Menerapkan pola makan sehat untuk mencukupi gizi tubuh yang dibutuhkan, termasuk sayur dan buah yang tidak terlalu asam.
    • Berolahraga secara teratur untuk menjaga berat badan.
  • Gejala kanker perut pada umumnya tidak terlihat pada saat kanker masih dalam tahap stadium awal. Akan tetapi, pada saat kanker mulai tumbuh ke stadium lanjut, ada beberapa ciri-ciri kanker perut yang mulai tampak jelas. Berikut merupakan gejala kanker lambung:

    • Sakit perut kronis.
    • Hilang nafsu makan.
    • Berat badan menyusut tanpa diketahui penyebabnya.
    • Kembung dan sering bersendawa.
    • Cepat merasa kenyang.
    • Nyeri pada tulang dada.
    • Cepat merasa lelah.

    Kanker perut yang telah memasuki stadium lanjut akan menunjukkan gejala kanker perut yang lebih berat, di antaranya:

    • Muntah darah.
    • BAB berwarna hitam, yang menandakan adanya perdarahan.
    • Pembengkakan pada perut.
    • Kurang darah (anemia).
  • Diagnosis diperlukan untuk memastikan ada tidaknya sel kanker pada pasien. Terdapat beberapa macam prosedur untuk mendiagnosis kanker perut, antara lain:

    • Pemeriksaan darah, untuk memeriksa adanya infeksi H. pylori, kondisi anemia, serta fungsi organ tubuh lain seperti hati dan ginjal.
    • Endoskopi, dilakukan untuk melihat bagian dalam lambung dengan menggunakan perangkat seperti selang yang dilengkapi kamera. Prosedur endoskopi saluran pencernaan bagian atas disebut juga gastroskopi dan dapat dimanfaatkan untuk mengambil sampel jaringan jika diperlukan.
    • Biopsi, merupakan pengambilan sampel jaringan pada lambung untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
    • Pencitraan lambung dengan menggunakan foto rontgen, ultrasound (USG) endoskopi, CT Scan, dan PET Scan. Prosedur ini dilakukan untuk mendapatkan visualisasi kelainan pada lambung dan penyebaran kanker.
    • Laparoskopi, dengan memasukkan alat seperti gastroskop, tetapi melalui irisan kecil pada dinding perut. Tujuan laparoskopi adalah untuk mengetahui penyebaran kanker lambung ke organ lain.
    • Pemeriksaan feses, untuk mendeteksi adanya darah dalam feses.

    Prosedur atau tes di atas dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat atau stadium dari kanker perut. Berikut adalah tahapannya:

    • Stadium 0 – sel abnormal terdeteksi di lapisan paling dalam dari dinding perut. Ini disebut juga karsinoma in situ.
    • Stadium 1 – terbagi atas Stadium 1A dan Stadium 1B, yang mengindikasikan keberadaan sel kanker dalam lapisan paling dalam dari dinding perut dan mungkin telah menyebar ke lapisan berikutnya atau kelenjar getah bening di dekatnya atau lapisan otot.
    • Stadium 2 – juga terbagi atas Stadium 2A dan Stadium 2B, yang mengindikasikan kanker telah menyebar ke lebih banyak kelenjar getah bening, menembus lapisan otot, lapisan berikutnya dari jaringan konektif, atau telah menyebar ke lapisan paling luar dari dinding perut.
    • Stadium 3 – terbagi lebih jauh lagi menjadi Stadium 3A, Stadium 3B, dan Stadium 3C. Ini mengindikasikan kanker telah menyebar ke lebih banyak kelenjar getah bening, menembus lapisan otot, lapisan berikutnya dari jaringan konektif, dan lapisan paling luar dari dinding perut. Di stadium ini, kanker juga mungkin telah menyebar ke organ terdekat seperti limpa, hati, diafragma, pankreas, dinding abdomen, kelenjar adrenal, ginjal, usus kecil, atau bagian belakang dari abdomen.
    • Stadium 4 – kanker telah meluas ke bagian tubuh yang lebih jauh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening yang berada lebih jauh, dan jaringan yang melapisi dinding perut.
  • Pengobatan kanker lambung pada dasarnya tergantung kondisi pasien dan stadium kanker. Ada beberapa pilihan penanganan kanker lambung dan tidak jarang dokter akan menyarankan kombinasi dari beberapa penanganan sekaligus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

    Prosedur penanganan untuk kanker perut mencakup:

    • Pembedahan atau operasi, untuk mengangkat jaringan kanker dari lambung atau untuk mengurangi komplikasi dari tumor jika kanker sudah pada stadium akhir. Ini berarti pengangkatan sebagian atau seluruh lambung pasien, tergantung penyebaran kanker.
    • Kemoterapi, dengan pemberian obat-obatan kimia untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum pembedahan dengan tujuan untuk mengurangi ukuran sel kanker sehingga mudah diangkat. Kemoterapi juga biasanya dikombinasikan dengan terapi radiasi setelah pembedahan atau untuk mengurangi gejala jika pembedahan tidak dapat dilakukan
    • Terapi radiasi atau radioterapi, dengan memanfaatkan sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi dapat dilakukan sebelum atau sesudah prosedur pengobatan lainnya. Radioterapi yang dilakukan sebelum pembedahan bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker, sedangkan radioterapi setelah prosedur pembedahan dilakukan dengan tujuan membunuh sel-sel kanker yang tersisa.
    • Terapi target, untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi. Pada kanker lambung stadium akhir, pengobatan difokuskan untuk mengurangi gejala, agar pasien merasa lebih nyaman.

    Merumuskan prosedur penanganan yang tepat memerlukan diagnosis yang akurat. Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kami untuk menentukan penanganan kanker perut yang terbaik untuk Anda.

    Buat Perjanjian atau Bertanya Temukan Dokter

  • Kanker perut tidak hanya berisiko menyebar ke organ tubuh yang lain, tetapi berisiko pula menimbulkan komplikasi lain. Berikut adalah komplikasi kanker lambung yang umumnya terjadi:

    • Asites, penumpukan cairan pada rongga perut.
    • Obstruksi perut, penyumbatan perut yang menyebabkan makanan atau cairan tidak bisa melewati usus kecil maupun usus besar. Biasanya karena ada tumor besar yang menghalangi.
    • Ikterus, kondisi menguningnya putih mata dan kulit karena sel kanker menyerang hati.
    • Trombosis, penggumpalan darah di pembuluh darah yang dapat menyumbat aliran darah.
    • Hidronefrosis, pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine karena adanya penyumbatan.

    Selain itu, komplikasi juga dapat terjadi terkait prosedur pengobatan yang dilakukan, misalnya: mual, muntah, diare, anemia, perdarahan atau infeksi terkait pembedahan, dan lainnya.

  • Spesialis Kami

    Ada 170 SpesialisLihat Semua

    Ada 170 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan

  • Multimedia