Perut & Sistem Pencernaan (Gastroenterologi)

  • Pendahuluan

    Perut & Sistem Pencernaan (Gastroenterologi), Mount Elizabeth

    Gastroenterologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada saluran atau sistem pencernaan. Adapun salah satu istilah yang berkaitan erat dengan gastroenterologi adalah “gastrointestinal” atau disingkat “GI”. Istilah gastrointestinal dapat mengacu ke penyakit sistem pencernaan, tetapi gastrointestinal juga dapat dipahami sebagai suatu istilah medis untuk menyebut semua organ dalam sistem percernaan, mencakup dari mulut hingga ke anus - termasuk lambung dan usus.

    Semua makanan dan minuman yang dikonsumsi akan menjalani proses di dalam sistem pencernaan. Berikut adalah paparan singkat tentang peran organ-organ di dalam sistem pencernaan manusia:

    • Mulut, untuk menghaluskan makanan agar mudah ditelan.
    • Kerongkongan, sebagai saluran yang menyambungkan mulut dengan lambung. Di sini terdapat katup epiglotis yang berfungsi untuk menutup saluran napas ketika sedang menelan.
    • Lambung, untuk memproses makanan dengan zat asam dan enzim lalu diteruskan ke usus halus. Di antara organ lambung dan kerongkongan terdapat otot atau katup yang berfungsi menjaga agar makanan tidak naik kembali ke kerongkongan. Pelemahan dari otot ini mengakibatkan penyakit “asam lambung” atau penyakit refluks gastroesofagus.
    • Usus halus, pada dasarnya berfungsi mengolah makanan lebih lanjut dan menyerap nutrisi di setiap bagian usus terkait, dengan bantuan enzim dari pankreas dan cairan empedu dari hati. Makanan bergerak dari satu bagian ke bagian selanjutnya dengan bantuan gerakan peristaltik usus yang mendorong makanan.
    • Usus besar, untuk menyerap air dan mineral serta mengolah sisa pencernaan makanan lalu mendorongnya ke rektum yang menjadi akhir dari sistem pencernaan.

    Sistem pencernaan berkaitan erat dengan daya tahan tubuh, mengingat hampir 70% komponen sistem kekebalan tubuh berada di jaringan usus dan sistem pencernaan memiliki fungsi utama untuk menyerap nutrisi yang diperlukan tubuh. Anda dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan mengadopsi perilaku hidup yang sehat, seperti misalnya: mengonsumsi makanan sehat (berserat dan bernutrisi, termasuk di antaranya minuman probiotik) dan air putih yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta berhenti merokok.

    Jika Anda mengalami gangguan sistem pencernaan, Anda dapat berkonsultasi dengan Departemen Gastroenterologi kami di Mount Elizabeth Hospitals. Tim kami terdiri dari 20 lebih spesialis gastroenterologi yang terampil dan berpengalaman. Kami berfokus dalam memberikan diagnosis yang akurat sejak pertama kali, sehingga Anda akan menerima penanganan yang tepat sedini mungkin.

    Para spesialis kami berpengalaman dalam bidang:

    • Gastroenterologi (esofageal, sistem pencernaan)
    • Hepatologi (hati, kantung empedu, saluran empedu, dan pankreas)
    • Kolorektal (usus besar dan usus kecil)

    Di Mount Elizabeth Hospitals, kami memberikan perawatan yang personal dan tepat untuk setiap pasien. Perawatan yang optimal dan terpadu diberikan melalui dokter dan tim yang terampil, teknologi mutakhir, dan fasilitas yang lengkap-termasuk peralatan diagnostik dan prosedur penanganan medis seperti ultrasonografi (USG), terapi radiasi dengan sinar-X, pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging atau MRI), dan perangkat canggih lainnya.

  • Kondisi gastroenterologi yang kami layani

    GI Bagian Atas Perut/Esofagus

    • Gastritis, akibat peradangan dinding lambung. Gastritis dapat menyebabkan komplikasi yang parah.
    • Penyakit Refluks Gastro-esofagus, atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit refluks gastroesofagus diakibatkan asam lambung kembali naik (refluks). Meskipun tidak mematikan, tetapi penyakit refluks gastroesofagus perlu ditangani untuk menghindari komplikasi.
    • Tukak Lambung, merupakan luka terbuka pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan-lapisan lambung. Tukak lambung dapat menyebabkan komplikasi serius seperti lubang pada dinding perut.
    • Kanker Perut, terjadi akibat pertumbuhan jaringan abnormal (kanker) yang dapat menjadi tumor dan menyebar melalui dinding lambung.
    • Pendarahan dalam GI bagian atas/bawah.

    Hati, Sistem Empedu dan Pankreas

    • Batu Empedu, diakibatkan terbentuknya batu di kantung empedu yang berasal dari endapan kolesterol.
    • Hepatitis (A,B,C), merupakan peradangan pada hati atau liver yang disebabkan virus atau kondisi lain seperti alkohol, bahan kimia, obat-obatan, atau gangguan kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, hepatitis dapat menimbulkan komplikasi seperti kematian dini, gagal hati, sirosis, dan kanker hati.
    • Sirosis Hati, rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut.
    • Kanker Pankreas, akibat pertumbuhan jaringan tidak normal (tumor) dalam pankreas.

    GI Bagian Bawah Kolon/Rektal

    • Kanker Kolonrektal, adalah pertumbuhan abnormal dalam kolon atau rektum. Kebanyakan kanker ini berawal dari polip (yang bersifat jinak) yang berkembang menjadi kanker.
    • Penyakit Peradangan Usus atau inflammatory bowel disease (IBD), merupakan peradangan kronis pada saluran pencernaan.
    • Sindrom Usus Rengsa atau irritable bowel syndrome (IBS), merupakan sekumpulan gejala terkait iritasi pada sistem pencernaan.

    Sakit Perut Akut

    Sakit perut akut kemungkinan terkait dengan gangguan pada organ dalam perut, seperti lambung, hati, empedu, pankreas, usus, dan lainnya. Gangguan pada organ tersebut dapat diakibatkan peradangan, penyumbatan, atau infeksi.

     

    *Harap diperhatikan bahwa ini bukan daftar lengkap dari semua kondisi dan terapi yang kami sediakan. Informasi dirancang hanya untuk referensi edukasi dan jangan ditafsirkan sebagai saran medis. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang kondisi dan perawatan yang ditawarkan di tautan ini.

    Silakan berkonsultasi dengan salah satu dari spesialis gastroenterologi kami yang berkualifikasi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat sebelum memulai terapi apa pun.

    Buat Perjanjian atau Bertanya Temukan Dokter

  • Perawatan gastroenterologi yang kami tawarkan

    Endoskopi Diagnostik

    Pada dasarnya merupakan prosedur endoskopi yang bertujuan membantu dokter memutuskan diagnosis.

    • Endoskopi Kapsu, merupakan alat diagnostik yang dilengkapi kamera nirkabel di dalam kapsul, yang ditelan pasien. Prosedur noninvasif ini tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa memotret ribuan gambar dari usus kecil.
    • Kolonoskopi, adalah prosedur diagnosis dengan menggunakan alat berupa tabung panjang dan lentur (disebut kolonoskop) yang didorong ke dalam rektum untuk mendapatkan visualisasi kolon dan rektum secara jelas.
    • Gastroskopi, pemeriksaan untuk memvisualisasikan esofagus (saluran makanan), perut, dan usus kecil. Alat diagnostik gastroskop yang lentur dan panjang dimasukkan melalui mulut untuk melihat kondisi esofagus.
    • Ultrasonogafi Endoskopik (EUS), merupakan alat diagnostik berbentuk tabung tipis dan lentur yang memadukan teknik endoskopi dan USG. EUS dapat dimasukkan melalui mulut atau anus, dan digunakan untuk memvisualisasikan lapisan dan dinding saluran gastrointestinal dan organ sekitarnya. EUS memberikan hasil pencitraan yang lebih rinci dibandingkan prosedur USG saja.
    • Enteroskopi Usus Halus, adalah teknik endoskopi yang dapat menjangkau usus halus.

    Endoskopi Terapeutik

    Pada dasarnya merupakan prosedur endoskopi yang berorientasi terapi terkait penyakit tertentu.

    • Dilatasi Striktur Esofagus, dilakukan dengan memasukkan endoskop yang dilengkapi dengan balon di ujungnya. Balon akan mengembang untuk memperluas area yang menyempit di esofagus.
    • Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik (ERCP), merupakan prosedur untuk memvisualisasikan saluran empedu dan pankreas dengan memanfaatkan teknik endoskopi dan foto rontgen (sinar-X). ERCP memberikan hasil yang lebih rinci dibandingkan prosedur lain seperti USG, pemindaian CT, atau MRI.
    • Pemasangan Stent pada Esofagus. “Stent” adalah tabung logam yang dipasang untuk memperlebar saluran esofagus yang menyempit. Pemasangan dilakukan dengan panduan alat diagnostik lainnya.
    • Gastrostomi Endoskopik Perkutan (PEG), dengan menggunakan tabung PEG yang dimasukkan ke dalam perut pasien melalui dinding abdominal. Prosedur ini bertujuan untuk memasukkan nutrisi ke tubuh pasien tanpa melalui mulut (ketika pemasukan oral tidak memungkinkan).
    • Diseksi Submukosa Endoskopik (ESD), adalah teknik endoskopi terapeutik termutakhir berupa prosedur invasif minimal untuk mengangkat tumor dalam kolon atau anus.

     

    *Harap diperhatikan bahwa ini bukan daftar lengkap dari semua kondisi dan terapi yang kami sediakan. Informasi dirancang hanya untuk referensi edukasi dan jangan ditafsirkan sebagai saran medis. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang kondisi dan perawatan yang ditawarkan di tautan ini.

    Silakan berkonsultasi dengan salah satu dari spesialis gastroenterologi kami yang berkualifikasi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat sebelum memulai terapi apa pun.

    Buat Perjanjian atau Bertanya Temukan Dokter

  • Spesialis Kami

    Ada 130 SpesialisLihat Semua

    Ada 130 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan