Suntikan penurun berat badan GLP-1

Obat GLP-1 Penurun Berat Badan: Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Terakhir diperbarui: Kamis, 12 Maret 2026 | 6 menit waktu membaca
Add as a preferred source on Google

Berpikir tentang suntikan GLP-1 untuk penurunan berat badan? Dokter Parkway Shenton menjelaskan siapa yang cocok, bagaimana obat ini bekerja, dan apa yang dapat Anda harapkan.

Jika Anda mengikuti berita kesehatan akhir-akhir ini, Anda mungkin pernah mendengar tentang obat GLP-1, yaitu obat resep yang dapat digunakan sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan secara medis bagi individu yang memenuhi syarat.

Dalam beberapa tahun terakhir, obat-obatan ini semakin mendapat perhatian. Namun, sebelum mempertimbangkan penggunaannya, penting untuk memahami siapa yang cocok menggunakannya, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang dapat diharapkan selama pengobatan.

GLP-1 medication-ozempic

Pertama, apa sebenarnya GLP-1 itu?

GLP-1 adalah singkatan dari glucagon-like peptide-1, sebuah hormon yang diproduksi tubuh Anda secara alami setelah makan. Hormon ini membantu untuk:

  • Memberi sinyal rasa kenyang ke otak Anda
  • Memperlambat seberapa cepat makanan keluar dari perut Anda
  • Mengatur kadar gula darah

Obat GLP-1 bekerja dengan meniru hormon alami ini, sehingga membantu mengatur nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang. Dengan demikian, sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan yang terstruktur, sebagian orang dapat merasa kenyang lebih cepat dan makan dalam porsi yang lebih kecil.

Siapa yang cocok untuk obat GLP-1?

Secara umum, obat GLP-1 dapat diresepkan jika Anda:

  • Memiliki BMI 30 atau lebih.
  • Memiliki BMI 27 atau lebih disertai kondisi kesehatan terkait berat badan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau sleep apnea (henti napas saat tidur).

Obat ini tidak cocok untuk individu yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker tiroid meduler (MTC) atau neoplasia endokrin multipel tipe 2 (MEN2).

Melakukan konsultasi medis terlebih dahulu sangatlah penting. Dokter Anda akan meninjau riwayat kesehatan, obat-obatan, dan tujuan perawatan Anda sebelum memulai terapi.

Jika Anda tidak yakin apakah Anda cocok, bicaralah dengan dokter kami di Parkway Shenton untuk penilaian dan rekomendasi pribadi.

Monitoring for weight loss programme

Bisakah saya mengonsumsi obat GLP-1 jika saya menderita diabetes atau kondisi medis lainnya?

Ini adalah pertanyaan umum, karena banyak orang yang mempertimbangkan perawatan manajemen berat badan juga mengonsumsi obat untuk kondisi kronis lainnya.

Dalam kebanyakan kasus, obat GLP-1 dapat digunakan dengan aman dengan pemantauan yang tepat.

  • Diabetes: Orang dengan diabetes atau kondisi medis kronis lainnya mungkin memerlukan penilaian lebih lanjut sebelum memulai pengobatan. Dokter akan meninjau obat-obatan yang sedang Anda gunakan, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta tujuan pengobatan Anda untuk menentukan apakah terapi GLP-1 sesuai bagi Anda.
  • Tekanan darah tinggi: Seiring penurunan berat badan, tekanan darah sering kali membaik. Beberapa pasien mungkin membutuhkan dosis obat tekanan darah yang lebih rendah seiring berjalannya waktu.
  • Kondisi tiroid: Umumnya aman pada hipotiroidisme yang diobati, namun tidak cocok untuk pasien dengan riwayat kanker tiroid (MTC atau MEN2).
  • Kondisi ginjal atau hati: Seringkali aman dengan penyesuaian dosis atau tindak lanjut yang lebih ketat jika diperlukan.

Dokter Anda akan menilai profil klinis Anda secara keseluruhan sebelum merekomendasikan apakah perawatan GLP-1 cocok untuk Anda.

Berapa banyak berat badan yang secara realistis bisa saya turunkan dengan obat GLP-1?

Hasil bervariasi dari orang ke orang.

Berdasarkan studi klinis, pasien yang menggunakan obat GLP-1 dapat mencapai penurunan berat badan sekitar 10–15% dalam 12–18 bulan apabila dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup.

Tujuannya adalah penurunan berat badan secara bertahap, bukan transformasi yang cepat. Hal ini membantu meminimalkan risiko kesehatan potensial seperti defisiensi nutrisi dan hilangnya massa otot tanpa lemak.

Yang tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan berkelanjutan yang membantu mempertahankan penurunan berat badan yang telah dicapai. Pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik rutin, dan belajar mengelola nafsu makan dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan kembali (rebound) yang sering disebutkan saat pasien berhenti atau mengurangi dosis obat.

Perspektif kesehatan jangka panjang (healthspan) yang lebih luas juga harus diingat. Manajemen berat badan bukan hanya tentang angka di timbangan. Pendekatan manusia seutuhnya mempertimbangkan kesehatan fisik dan psikologis, serta faktor sosio-kultural seperti rutinitas kerja, kebiasaan sosial, dan preferensi makanan. Intervensi harus seimbang, berkelanjutan, dan bahkan menyenangkan.

Banyak pasien mulai merasakan peningkatan tingkat energi dan kepercayaan diri dalam tiga bulan pertama perawatan.

Dari perspektif medis, tujuan utama perawatan adalah untuk meningkatkan kontrol kardiometabolik. Bahkan penurunan berat badan yang sederhana pun telah dikaitkan dengan perbaikan kesehatan secara keseluruhan serta penurunan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Weight loss required for therapeutic benefit

Adapted from: AACE/ACE Obesity CPG, Endocr Pract. 2016;22(Suppl 3); Cefalu et al. Diabetes Care 2015;38:1567–82; Lean et al. Lancet 2018;391:541–51; le Roux et al. Lancet. 2017 Apr 8;389(10077):1399-1409; Mahil SK, et al. Br J Dermatol. 2019 Nov;181(5):946-953; Dias-Junior et al. Eur Respir J. 2014;43(5):1368-77.

Apakah saya masih perlu diet dan olahraga saat mengonsumsi obat GLP-1?

Ya. Meskipun obat GLP-1 membantu mengatur nafsu makan, kebiasaan gaya hidup sehat tetaplah vital.

Alih-alih diet ketat, Anda disarankan untuk:

  • Makan makanan seimbang dengan porsi yang sesuai
  • Targetkan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu; atau idealnya 300 menit untuk penurunan berat badan yang signifikan secara klinis
  • Sertakan latihan beban dua kali seminggu untuk menjaga massa otot dan meningkatkan laju metabolisme istirahat

Faktanya, Anda masih bisa menikmati makanan favorit lokal seperti nasi ayam atau nasi lemak – cukup dalam porsi yang lebih kecil.

Bagi pasien yang mengikuti program manajemen berat badan medis Parkway Shenton, konselor perawat, ahli diet, dan mitra kebugaran kami akan bekerja sama dengan Anda untuk merancang rencana praktis yang sesuai dengan gaya hidup dan rutinitas harian Anda.

Healthy woman after weight loss

Apakah ada efek samping dari obat-obatan GLP-1?

Kebanyakan orang menoleransi perawatan GLP-1 dengan baik. Efek samping yang umum meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sembelit

Efek samping ini biasanya ringan dan cenderung membaik seiring waktu, terutama ketika dosis ditingkatkan secara bertahap.

Perlu dicatat bahwa makan berlebihan, terutama saat perayaan hari besar, dapat meningkatkan rasa mual saat tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan perawatan.

Risiko yang jarang terjadi namun penting meliputi pankreatitis, batu empedu atau masalah kantung empedu, dan memburuknya penyakit mata diabetes stadium lanjut pada individu tertentu. Karena obat GLP-1 memperlambat pengosongan lambung, penting untuk memberi tahu dokter Anda sebelum menjalani operasi atau prosedur yang memerlukan pembiusan (sedasi).

Studi jangka panjang telah menunjukkan manfaat dan keamanan yang berkelanjutan dengan pemantauan medis yang tepat, jadi pastikan untuk menggunakan obat GLP-1 hanya di bawah pengawasan ketat oleh dokter Anda.

Seberapa sering saya perlu kontrol saat menjalani perawatan GLP-1?

Obat penurun berat badan bukanlah resep sekali jadi. Kontrol rutin membantu memastikan perawatan tetap aman dan efektif.

Dokter Anda biasanya akan memantau:

  • Berat badan dan tekanan darah
  • Kadar gula darah
  • Fungsi ginjal dan hati
  • Profil kolesterol dan penanda kardiometabolik lainnya, jika diperlukan

Kontrol biasanya dijadwalkan setiap dua hingga tiga bulan pada awalnya, kemudian jaraknya diperlebar (misalnya setiap enam bulan) setelah kondisi Anda stabil. Janji temu ini memungkinkan dokter kami untuk melacak kemajuan, menyesuaikan dosis jika diperlukan, dan mengelola efek samping apa pun sejak dini untuk memastikan keamanan dan hasil yang berkelanjutan bagi Anda.

Young female nutritionist

Apa yang terjadi jika saya menghentikan perawatan GLP-1?

Saat obat GLP-1 dihentikan, nafsu makan sering kali kembali dan kenaikan berat badan mungkin terjadi.

Ini tidak berarti perawatan telah gagal. Bagi beberapa orang, obesitas berperilaku seperti kondisi kronis yang membutuhkan manajemen berkelanjutan.

Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kebiasaan yang dibangun selama perawatan. Beberapa pasien melanjutkan terapi pemeliharaan dosis rendah. Yang lainnya beralih ke strategi atau obat alternatif berdasarkan tujuan individu mereka.

Tidak ada titik akhir yang tetap, karena rencana perawatan sepenuhnya disesuaikan dengan tujuan dan profil kesehatan Anda.

Pengelolaan berat badan bukan hanya tentang pengobatan

Terapi GLP-1 merupakan salah satu pilihan terapi yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan medis yang dipersonalisasi. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik yang teratur, tindak lanjut medis yang berkelanjutan, serta kebiasaan gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Jika Anda masih mengalami kesulitan mengelola berat badan meskipun telah melakukan perubahan gaya hidup, konsultasikan dengan dokter Parkway Shenton untuk mendiskusikan pilihan terapi yang mungkin sesuai bagi Anda sebagai bagian dari Program Pengelolaan Berat Badan Medis yang dipersonalisasi.

American Association of Clinical Endocrinologists, & American College of Endocrinology. (2016). Clinical practice guidelines for comprehensive medical care of patients with obesity. Endocrine Practice, 22(Suppl. 3), 1–203.

Ania M, Jastreboff et al. (2022). Tirzepatide once weekly for the treatment of obesity. The New England Journal of Medicine, 387(3), 205–216.

Cefalu, W. T., Buse, J. B., Del Prato, S., Home, P. D., LeRoith, D., Raz, I., & Rosenstock, J. (2015). Beyond metformin: Safety considerations in the decision-making process for selecting a second medication for type 2 diabetes management. Diabetes Care, 38(9), 1567–1582. https://doi.org/10.2337/dc15-0936

Dias-Júnior, S. A., Reis, M., & Carvalho-Pinto, R. M. (2014). Effects of weight loss on asthma control in obese patients with severe asthma. European Respiratory Journal, 43(5), 1368–1377. https://doi.org/10.1183/09031936.00053413

Fornes A, Huff J, Pritchard RI, Godfrey M. Once-Weekly Semaglutide for Weight Management: A Clinical Review. Journal of Pharmacy Technology, 2022 Aug;38(4):239-246. doi: 10.1177/87551225221092681. Epub 2022 May 13. PMID: 35832567; PMCID: PMC9272494. Accessible at: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33667417/

Lean, M. E. J., Leslie, W. S., Barnes, A. C., Brosnahan, N., Thom, G., McCombie, L., … Taylor, R. (2018). Primary care-led weight management for remission of type 2 diabetes (DiRECT): An open-label, cluster-randomised trial. The Lancet, 391(10120), 541–551. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)33102-1

le Roux, C. W., Astrup, A., Fujioka, K., Greenway, F., Lau, D. C. W., Van Gaal, L., … Pi-Sunyer, X. (2017). Three years of liraglutide treatment for weight management and cardiometabolic risk factors: Results from the SCALE Obesity and Prediabetes trial. The Lancet, 389(10077), 1399–1409. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)30069-7

Mahil, S. K., McSweeney, S. M., Kloczko, E., McGowan, B., Barker, J. N., & Smith, C. H. (2019). Does weight loss reduce the severity and incidence of psoriasis? A systematic review and meta-analysis. British Journal of Dermatology, 181(5), 946–953. https://doi.org/10.1111/bjd.17882

Steven P. Marso et al. (2016). Semaglutide and cardiovascular outcomes in patients with type 2 diabetes. The New England Journal of Medicine, 375(19), 1834–1844.

Ministry of Health Singapore. (2016). Clinical practice guidelines: Obesity. Singapore Medical Journal, 57(6):292–300. https://doi.org/10.11622/smedj.2016103

Domenica M.Rubino et al. (2022). Effect of weekly subcutaneous semaglutide vs daily liraglutide on body weight in adults with overweight or obesity without diabetes: The STEP 8 randomized clinical trial. JAMA, 327(2), 138–150.

Wilding JPH, Batterham RL, Calanna S, Davies M, et al. (2021). Once-weekly semaglutide in adults with overweight or obesity. The New England Journal of Medicine, 384(11), 989–1002. doi:10.1056/NEJMoa2032183. Accessible at: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2032183

Donna et al. (2024) Long-term weight loss effects of semaglutide in obesity without diabetes in the SELECT trial. Nature Medicine, 30, 2049–2057.
Artikel Terkait
Lihat semua