Dr Tseng Leng Aun Arthur
Spesialis Obstetri & Ginekologi

Sumber: Getty Images
Spesialis Obstetri & Ginekologi
Senam Kegel adalah latihan dasar lantai panggul yang umum didengar oleh banyak wanita, tetapi tidak semua orang memahami tujuan atau kapan latihan ini diperlukan. Artikel ini menjelaskan manfaat senam Kegel, dan cara melakukannya dengan benar — termasuk bagaimana latihan ini juga dapat bermanfaat bagi pria.
Senam Kegel, yang biasa disebut sebagai Kegels, adalah serangkaian latihan sederhana yang dirancang untuk memperkuat otot-otot lantai panggul. Otot-otot ini memainkan peran penting dalam menopang vagina, rahim, kandung kemih, usus halus, dan rektum.
Cara termudah untuk mengidentifikasi otot-otot ini secara efektif adalah dengan menghentikan aliran urine secara singkat saat buang air kecil, sambil duduk di kloset. Sebagai alternatif, membayangkan diri Anda sedang duduk di atas sebuah kelereng dan mencoba mengangkatnya juga dapat membantu mengidentifikasi dan melatih otot yang tepat.
Senam Kegel membantu memperkuat otot lantai panggul, yang menopang kandung kemih, rahim, dan usus. Latihan ini umumnya direkomendasikan untuk wanita yang baru saja melahirkan atau mereka yang mengalami kelemahan lantai panggul.
Senam Kegel dapat membantu untuk:
Senam Kegel juga dapat dimasukkan ke dalam rutinitas kebugaran, termasuk oleh para atlet, untuk mendukung kekuatan dan stabilitas otot inti.
Disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum memulai latihan ini, terutama jika Anda memiliki kekhawatiran atau kondisi kesehatan tertentu.
Ya, senam Kegel juga dapat bermanfaat bagi pria. Memperkuat otot lantai panggul dapat membantu:
Bagi pria, Kegel melibatkan pengencangan otot yang digunakan untuk menghentikan buang air kecil atau menahan buang angin — mirip dengan wanita. Seperti halnya olahraga apa pun, teknik yang tepat dan latihan yang teratur penting untuk mencapai hasil.
Senam Kegel dapat efektif jika dilakukan dengan benar dan konsisten. Latihan ini membantu memperkuat otot lantai panggul, yang menopang kandung kemih, rahim, dan usus. Seiring waktu, hal ini dapat memperbaiki kontrol kandung kemih dan usus serta mengurangi risiko prolaps organ panggul.
Hasilnya biasanya memakan waktu beberapa minggu, dan konsistensi adalah kuncinya. Jika gejala terus berlanjut, disarankan untuk mencari saran medis.
Umumnya direkomendasikan untuk melakukan senam Kegel secara teratur. Mulailah dengan 3 siklus yang terdiri dari 10 remasan pendek dan satu remasan panjang setiap hari, secara bertahap tingkatkan hingga 6 hingga 10 set per hari.
Anda dapat melakukan senam Kegel secara diam-diam kapan saja, baik saat Anda sedang duduk di meja kerja maupun saat bersantai di sofa. Dengan latihan harian yang konsisten, Anda dapat mengintegrasikan latihan lantai panggul (PFE) ke dalam berbagai aktivitas dengan lancar hingga mencapai tingkat pelatihan refleks. Tingkat ini tidak memerlukan upaya mental atau konsentrasi yang besar, sehingga upaya Anda tidak akan disadari oleh orang-orang di sekitar Anda.
Jika otot panggul Anda lemah, Anda mungkin merasa terbantu untuk melakukan latihan ini sambil berbaring. Jika tidak, senam Kegel dapat dilakukan sambil berdiri, duduk, atau berbaring. Hal yang lebih penting adalah mengetahui cara mengidentifikasi dan menggunakan rangkaian otot yang benar.
Pertama-tama, senam Kegel tidak boleh menimbulkan rasa sakit. Jika Anda merasakan sakit atau pegal di perut atau punggung bawah, atau sakit kepala setelah melakukannya, Anda mungkin mengencangkan otot yang salah atau menahan napas. Anda harus bernapas secara normal dan mempertahankan fokus sehingga Anda hanya mengencangkan atau melepaskan otot lantai panggul. Hindari mengencangkan otot lain di perut, paha, atau bokong.
Diperlukan waktu 6-8 minggu senam Kegel yang konsisten untuk melihat perbaikan. Misalnya, jika Anda mengalami inkontinensia urine, Anda mungkin mengalami lebih sedikit kebocoran.
Jika Anda mencurigai inkontinensia atau masalah urine lainnya tetap menetap meskipun telah melakukan senam Kegel, jadwalkan janji temu dengan dokter uro ginekologi untuk diagnosis dan panduan mengenai langkah selanjutnya.
Ya, senam Kegel sering kali direkomendasikan selama kehamilan untuk mendukung kesehatan panggul dan mempersiapkan persalinan. Melakukan senam Kegel secara teratur membantu memperkuat otot-otot lantai panggul, yang dapat sangat bermanfaat dalam mencegah masalah seperti inkontinensia urine dan menahan beban tambahan yang dialami pada area panggul selama kehamilan.
Senam Kegel dianggap sebagai komponen berharga dalam perawatan antenatal (kehamilan), yang berkontribusi pada kesejahteraan ibu secara keseluruhan dan pemulihan pascamelahirkan. Seperti halnya regimen olahraga apa pun selama kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan panduan pribadi.
Ya, sangat mungkin untuk melakukan senam Kegel secara salah. Kesalahan umum termasuk mengencangkan otot yang salah (spt perut, paha, atau bokong), menahan napas, atau mengejan ke bawah alih-alih mengangkat otot lantai panggul ke atas.
Melakukan Kegel secara salah dapat menyebabkan sedikit atau tidak ada perbaikan, dan dalam beberapa kasus, dapat memperburuk gejala seperti ketegangan atau ketidaknyamanan panggul. Untuk melakukannya dengan benar, fokuslah pada mengencangkan otot yang Anda gunakan untuk menghentikan buang air kecil atau menahan buang angin secara lembut, sambil bernapas normal dan menjaga otot lainnya tetap rileks.
Jika Anda tidak yakin apakah Anda melakukan Kegel dengan benar atau tidak melihat hasil, pertimbangkan untuk berbicara dengan tenaga kesehatan profesional atau fisioterapis lantai panggul untuk mendapatkan panduan.
Ya, senam Kegel dapat bermanfaat bagi pria maupun wanita. Latihan ini memperkuat otot lantai panggul, yang menopang kandung kemih dan usus pada kedua jenis kelamin, serta rahim pada wanita.
Bagi wanita, Kegel dapat membantu memperbaiki kontrol kandung kemih, menopang organ panggul, dan membantu pemulihan setelah kehamilan dan persalinan. Bagi pria, latihan ini dapat membantu kontrol urine, terutama setelah operasi prostat, dan juga dapat mendukung fungsi seksual.
Jika dilakukan dengan benar dan konsisten, senam Kegel dapat meningkatkan kekuatan dan fungsi lantai panggul seiring berjalannya waktu, tanpa memandang jenis kelamin.
Di Gleneagles Hospital, tim uroginekolog, urolog, dan ahli bedah umum kami yang berpengalaman memberikan perawatan komprehensif untuk masalah kesehatan wanita — mulai dari diagnosis hingga tahap pengobatan. Jika Anda mengalami gejala inkontinensia urine atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan ginekologi Anda, kami siap membantu.
Temukan Spesialis