Dr Chuah Sai Wei
Spesialis Gastroenterologi

Sumber: Shutterstock
Spesialis Gastroenterologi

Keracunan makanan adalah penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kondisi ini juga sering disebut sebagai diare pelancong (traveller’s diarrhoea), salah satu jenis gastroenteritis akut.
Perubahan standar kebersihan, kualitas air, dan praktik penanganan makanan dapat meningkatkan risiko Anda — namun kabar baiknya adalah sebagian besar kasus dapat dicegah.
Anda mungkin lebih rentan terhadap keracunan makanan jika Anda:
Jika Anda termasuk dalam kelompok ini, lakukan tindakan pencegahan ekstra saat bepergian.

Idealnya, kunjungi dokter umum 4–6 minggu sebelum bepergian, terutama jika Anda berada dalam kelompok risiko yang lebih tinggi.
Bahkan konsultasi di menit-menit terakhir pun masih bisa bermanfaat.

Jika Anda menyiapkan kotak obat sendiri, sertakan:
1. Obat anti-mual (anti-emetic)
Membantu mengendalikan muntah — sangat berguna selama perjalanan jauh.
2. Oralit / Garam rehidrasi oral (ORS)
Penanganan yang paling penting. Ini menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah.
3. Obat anti-diare
Dapat mengurangi frekuensi buang air besar saat diperlukan (misalnya selama hari-hari perjalanan).
⚠️ Hindari jika Anda mengalami demam atau terdapat darah pada tinja Anda.
4. Antibiotik (jika diresepkan)
Sebagian besar kasus keracunan makanan tidak memerlukan antibiotik. Obat ini mungkin diresepkan oleh dokter untuk:
Selalu ikuti petunjuk dokter Anda.
Sebagian besar kasus bersifat ringan dan membaik dalam 1–3 hari.
Meskipun Anda tidak bisa makan, minumlah cairan secara teratur sedikit demi sedikit untuk mencegah dehidrasi.
Carilah bantuan medis jika Anda mengalami:
Jika gejala parah atau mengganggu perjalanan Anda, dokter dapat meresepkan penanganan tambahan, termasuk antibiotik jika diperlukan.
Probiotik terkadang digunakan untuk mencegah atau mengatasi diare.
Probiotik dapat dipertimbangkan, tetapi tidak boleh menggantikan hidrasi atau perawatan medis.
Tidak ada vaksin tunggal yang dapat melindungi dari semua penyebab keracunan makanan.
Namun, beberapa vaksin (misalnya hepatitis A) mungkin direkomendasikan tergantung pada:
Perlu diingat bahwa vaksin tidak menggantikan praktik konsumsi makanan yang aman dan kebersihan yang baik.
Hal ini tergantung pada penyebabnya:
Beberapa infeksi mungkin baru menunjukkan gejala beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah perjalanan, jadi beri tahu dokter Anda tentang perjalanan baru-baru ini jika Anda jatuh sakit.
Satu episode keracunan makanan juga dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar (IBS), pasca-infeksi, di mana gejala pencernaan tetap bertahan bahkan setelah infeksi telah sembuh.
Keracunan makanan adalah hal yang umum terjadi saat bepergian — tetapi sebagian besar dapat dicegah.
Dengan kebersihan yang baik, pilihan makanan yang hati-hati, dan persiapan dasar, Anda dapat mengurangi risiko secara signifikan dan menikmati perjalanan Anda dengan tenang.
Makanlah makanan yang baru dimasak, minumlah air kemasan atau air yang sudah direbus, dan praktikkan kebersihan tangan yang baik.
Ya — ini adalah bentuk keracunan makanan yang umum terjadi akibat makanan atau air yang terkontaminasi.
Biasanya tidak. Sebagian besar kasus sembuh tanpa antibiotik. Obat ini hanya diperlukan pada kasus yang lebih parah dan harus diresepkan oleh dokter.
Hidrasi adalah kuncinya. Garam rehidrasi oral / oralit, istirahat, dan makanan sederhana membantu kebanyakan orang pulih dengan cepat.
Pusat Perawatan Darurat kami selalu ada untuk Anda – sepanjang waktu, di dekat Anda. Dapatkan penanganan dan dukungan yang tepat waktu sepanjang hari, setiap hari sepanjang tahun, termasuk hari libur nasional.
Cari tahu lebih lanjut