
Informasi panel ini hanya berlaku untuk Integrated Shield Plan. Harap hubungi perusahaan asuransi Anda untuk mendapatkan daftar dokter panel mereka yang paling mutakhir.
^Spesialis mungkin memenuhi syarat untuk manfaat Panel Diperluas (EP) tergantung pada polis dan rider Anda.
Dr Sabrina Ngaserin adalah seorang dokter bedah umum di Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.
Subspesialisasinya adalah bedah payudara onkoplastik dan invasif minimal, serta teknik bedah payudara lanjutan.
Minat spesialisasinya meliputi evaluasi klinis payudara, penilaian risiko dan skrining kanker payudara, evaluasi gejala pada payudara dan aksila (ketiak), kondisi payudara jinak yang tidak terbatas pada kista payudara, mikrokalsifikasi payudara, perubahan fibrokistik, fibroadenoma, ektasia duktus, adenosis sklerosis payudara, nekrosis lemak, kondisi peradangan pada payudara, lesi papiler, lesi fibroepitel, kanker payudara, kondisi aksila seperti limfadenopati aksila dan kista kulit, serta bedah umum dan endoskopi.
Sebelum berpraktik swasta, Dr Ngaserin adalah mantan kepala bedah payudara dan konsultan senior di Sengkang General Hospital serta kepala layanan payudara di SingHealth Duke-National University of Singapore (NUS) Breast Centre. Saat ini ia adalah konsultan senior tamu di National University Hospital (NUH) dan SingHealth Duke-NUS Breast Centre.
Ia lulus dari NUS dan menyelesaikan residensi bedah umum serta pelatihan spesialis payudara di NUH. Ia memperoleh gelar masternya dari NUS, dan merupakan fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh, Inggris dan Academy of Medicine, Singapura. Ia mengasah keterampilan bedah subspesialisasinya di berbagai institusi di seluruh dunia, termasuk fellowship bedah payudara onkoplastik tingkat lanjut dengan Fiona Stanley dan Fremantle Hospital Group, Australia, melalui beasiswa Rencana Pengembangan Tenaga Kerja Kesehatan (Health Manpower Development Plan); program sarjana tamu internasional bedah payudara dengan Asan Medical Center di Korea Selatan; observasi bedah dengan Seoul National University Hospital, Korea Selatan; Samsung Medical Center di Korea Selatan; Chang Gung Memorial Hospital di Taiwan; dan The Queen Sirikit Centre for Breast Cancer of King Chulalongkorn Memorial Hospital di Thailand.
Dr Ngaserin adalah satu dari sedikit dokter bedah di Singapura dan dunia yang terlatih secara formal dalam bedah payudara onkoplastik dan bedah payudara endoskopi invasif minimal. Ia telah berpraktik kedokteran selama lebih dari 15 tahun.
Ia adalah direktur program pendiri dari program fellowship bedah payudara lanjutan (bedah payudara onkoplastik dan invasif minimal) di institusi sebelumnya, dan tetap menjadi operator bedah langsung (live surgical operator) yang aktif, dengan minat khusus dalam demonstrasi dan pelatihan bedah payudara invasif minimal. Ia mempelopori pengembangan bedah payudara invasif minimal (MIBS) di Singapura, dan merupakan direktur pendiri Simposium Bedah Payudara Invasif Minimal Singapura (Minimally Invasive Breast Surgery Symposium Singapore) ke-1, ke-2, dan ke-3, yang juga melibatkan demonstrasi bedah langsung dan lokakarya kadaver.
Dr Ngaserin telah menulis bab-bab buku teks tentang MIBS, dan mewakili SingHealth dalam kolaborasi luar negeri sebagai komite pengarah untuk pilar klinis bedah robotik. Selama bertahun-tahun, ia telah mendemonstrasikan teknik MIBS-nya dalam bedah langsung untuk dokter bedah spesialis payudara di Singapura dan kawasan sekitarnya.
Selain pekerjaan klinisnya, ia adalah asisten profesor di Duke-NUS Medical School dan asisten profesor di Yong Loo Lin School of Medicine.
Ia telah memublikasikan artikel ilmiah di jurnal yang ditinjau sejawat (peer-reviewed) dan menjadi peninjau untuk beberapa jurnal ilmiah dalam bidang bedah payudara, bedah invasif minimal, dan inovasi bedah. Ia secara rutin menjadi pembicara lokal, regional, dan internasional. Sebagai peserta, panelis, dosen tamu, atau anggota komite penyelenggara, ia secara rutin mempresentasikan karya bedah dan ilmiahnya di berbagai konferensi dan pertemuan di seluruh dunia.
Dr Ngaserin juga merupakan perwakilan negara Singapura dari tim komunikasi strategi digital dari Jaringan EUBREAST, Asosiasi Penelitian Kanker Payudara Eropa (European Breast Cancer Research Association).
Ia adalah penerima beberapa penghargaan Layanan Kualitas Kesehatan Singapura (Singapore Health Quality Service awards), penghargaan Pengabdian Jangka Panjang (Long Service awards), dan Medali Ketahanan COVID-19 (COVID-19 Resilience Medal).
Ngaserin, S., Wong, A. W., Leong, F. Q., Feng, J., Kok, Y. O., & Tan, B. K. (2023). A preliminary experience of endoscopic total mastectomy with immediate free Abdominal-Based perforator flap reconstruction using minimal incisions, and literature review. Journal of Breast Cancer, 26(2), 152.
Ngaserin, S., Yeo, C. B., Leong, F. Q. H., Tan, V., Lim, G. H., Tan, S. M., & Tan, B. (2023). The practice patterns and perceptions of surgeons in Singapore regarding breast-conserving surgery. Annals Singapore - Academy of Medicine, Singapore, 52(11), 639–642.
Ngaserin, S., Shaw, V., & Tan, B. K. (2020). Nipple base‐splitting enucleation (NiBSE) can preserve cosmesis and nipple sensation for the complete excision of benign nipple lesions. The Breast Journal, 26(11), 2280–2282.
Leong, F., Kusumawidjaja, G., Sultana, R., Ishak, H. M., Wong, F. Y., Tan, S. M., Tan, B. K. T., Sim, Y., & Ngaserin, S. (2022). Superior survival after breast conserving surgery versus mastectomy – a multicentre Asian cohort study of 3655 patients. European Journal of Cancer, 175(Suppl 1), S1-96.