Demam - FAQ

Pertanyaan umum

J: Untuk mempercepat pemulihan anak yang sakit demam:

  • Penuhi kebutuhan cairan anak dengan memberikan minum lebih sering.
  • Pakaikan baju yang tipis dan nyaman dipakai. Jangan memakaikan baju yang terlalu tebal atau berlapis.
  • Selimuti anak saat menggigil dan matikan AC agar suhu ruangannya naik.
  • Jangan memandikan anak dengan air dingin karena suhu tubuh akan terus naik jika anak sampai menggigil. Gunakan air hangat untuk mandi anak.
  • Seka tubuh anak dengan air hangat. Anda juga dapat menggunakan handuk basah untuk menyeka dahi, leher, ketiak, dan pangkal paha.

J: Anak rentan terkena demam karena sistem imunnya belum berkembang sepenuhnya.

Demam mengindikasikan perlawanan tubuh terhadap infeksi, misalnya akibat virus atau bakteri. Infeksi ini wajar terjadi pada masa awal perkembangan anak setelah lahir.

J: Suhu tubuh secara alami akan meningkat di malam hari sehingga demam ringan di siang hari bisa saja meningkatkan suhu tubuh saat anak tidur.

Jika anak demam:

  • Pakaikan beberapa lapis pakaian tipis.
  • Selimuti anak dengan selimut tipis saat tidur.
  • Jangan membangunkan anak hanya untuk memeriksa suhu.
  • Hindari memberikan obat demam yang tidak perlu jika kondisi anak sehat tanpa sebab medis yang serius atau infeksi hebat.

J: Tergantung suhu yang dipilih. Suhu ruangan sebaiknya diatur ke tingkat menengah – tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Anda bisa menggunakan AC atau kipas angin pada pengaturan rendah agar suhu ruangan mencapai 24 – 26 derajat celsius. Jangan mengarahkan AC langsung ke bayi Anda.

Naikkan suhu secara bertahap atau matikan AC jika anak mulai menggigil ketika suhu dinaikkan.

J: Tergantung jenis obat demamnya, Anda bisa:

  • Mengarahkan sendok obat ke dalam mulut anak jauh ke bagian belakang untuk memasukkan obat sedekat mungkin dengan tenggorokan dan mengurangi kemungkinannya diludahkan.
  • Mencampurkan obat ke makanan atau minumannya. Jangan mencampur obat dengan terlalu banyak makanan atau minuman agar tidak kekenyangan sehingga semua obat dapat terminum. Sebelum menggunakan metode ini, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh cara ini pada keefektifan obat.

Catatan: Selalu pastikan anak duduk tegak sebelum Anda memberikan obat apa pun. Jika anak masih bisa meludahkan sebagian obat, jangan berikan obat lagi. Berikan dosis ekstra jika anak Anda langsung muntah setelah meminum obat.

J: Anda dapat menyeka tubuh bayi dengan air hangat. Gunakan handuk basah untuk menyeka dahi, leher, ketiak, dan pangkal paha. Langsung keringkan tubuh anak agar tidak menggigil.

Mandi singkat 15 menit dengan air hangat juga dapat membantu menurunkan demam anak. Pastikan air tidak sampai dingin, dan sudahi mandi jika anak mulai menggigil.

Catatan: Jangan menggunakan air dingin atau air es serta jangan terus-menerus menyeka anak selama lebih dari 30 menit.

J: Umumnya, anak yang demam dan muntah harus minum banyak air agar tidak dehidrasi. Jika:

  • Bayi muntah, Anda harus terus menyusuinya atau memberi setidaknya sedikit ASI karena anak membutuhkan banyak cairan.
  • Anak muntah, Anda harus: Mendorong mereka untuk minum setidaknya sedikit cairan bening, seperti air putih atau sup bening. Jangan memberikan jus buah atau minuman bersoda sebelum anak sembuh. Jika tidak dehidrasi atau kehilangan nafsu makan, anak bisa makan makanan padat seperti biasa.

J: Ada orang tua yang meyakini bahwa tumbuh gigi bisa menyebabkan demam. Namun, pendapat tersebut belum bisa dibuktikan. Saat bayi tumbuh gigi, suhu tubuhnya memang naik. Namun, kenaikan ini tidak sampai menyebabkan demam.

Bayi yang demam saat tumbuh gigi kemungkinan besar terkena infeksi. Risikonya makin besar karena bayi sering memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut.

J: Demam menunjukkan respons aktif tubuh anak dalam melawan infeksi. Meskipun obat dapat meredakan gejala demam, anak masih dapat menularkan demamnya.

Agar anak lain tidak tertular, jaga agar anak Anda tidak keluar rumah kira-kira selama 24 jam sampai tidak demam lagi.

J: Jangan panik saat anak mengalami kejang demam. Pantau kondisi anak dengan tenang. Kejang akibat demam umumnya berlangsung kurang dari 3 menit.

Saat anak kejang, lakukan pencegahan berikut agar anak tidak mengalami cedera:

  • Tempatkan anak di area yang memiliki permukaan lembut, misalnya kasur.
  • Baringkan anak pada posisi miring atau tengkurap agar tidak tersedak.
  • Pastikan anak mudah bernapas.
  • Gunakan kain lembut untuk menyeka liur di mulut anak.
  • Jangan memasukkan jari atau benda lain, seperti sendok, ke mulut anak.
  • Ingat-ingat waktu mulai dan berakhirnya kejang karena dokter akan menanyakan informasi ini.
  • (Jika kejangnya kambuhan) Berikan penanganan yang disarankan dokter untuk menghentikan kejang.

Ketika anak berhenti kejang, berikan obat (parasetamol atau ibuprofen) untuk mengurangi demam.

Catatan: Jika anak kejang selama 5 menit atau lebih lama, hubungi layanan darurat atau bawa anak ke klinik IGD.

Halaman ini telah ditinjau oleh peninjau konten medis kami.

Perlu bantuan?


Untuk mengajukan pertanyaan, hubungi
+65 6575 7575

 

Untuk membuat janji temu, hubungi kami via WhatsApp di nomor
+65 8111 9777