Kanker Kandung Kemih - Diagnosis & Penanganan

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kanker Kandung Kemih?

Prosedur deteksi dini sangat direkomendasikan khususnya bagi mereka yang berisiko, dengan tujuan meningkatkan angka peluang kesembuhan dan menghentikan penyebaran kanker. Pasien disarankan untuk menemui dokter spesialis jika mengalami gejala kanker kandung kemih berkepanjangan (lebih dari 2 minggu).

Beberapa prosedur yang mungkin dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat di antaranya:

  • Sitologi urine, pemeriksaan terhadap sampel urine.
  • Biopsi, pengambilan sebagian jaringan di dalam kandung kemih yang dicurigai sebagai kanker. Potongan jaringan ini akan diteliti di laboratorium.
  • Sistoskopi, merupakan selang kecil di mana terdapat lampu dan kamera di ujungnya. Alat ini akan dimasukkan ke dalam saluran kencing untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih Anda.
  • Tes pencitraan, untuk melihat gambaran kandung kemih dengan lebih mendetail tanpa perlu membuat sayatan di tubuh. Tes pencitraan seperti USG, CT-scan atau MRI (magnetic resonance imaging) dilaksanakan untuk melihat gambaran kandung kemih dengan lebih mendetail tanpa perlu membuat sayatan di tubuh.

Bagaimana Cara Menangani Kanker Kandung Kemih?

Terdapat berbagai pilihan terapi untuk penanganan kanker kandung kemih, tergantung tingkat keparahan kanker dan seberapa jauh kanker sudah menyerang dinding kandung kemih. Selain itu, penanganan yang paling tepat juga bergantung pada kondisi kesehatan Anda secara umum. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda dan menyarankan program terapi yang spesifik, dengan menggunakan satu metode atau kombinasi dari beberapa terapi.

Jika kanker kandung kemih masih dalam stadium awal (superfisial), terapi yang dapat dilakukan adalah:

  • Trans-urethral resection of bladder tumour (TURBT), yaitu melakukan bedah invasif minimal dengan menggunakan alat resektoskop yang dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra (saluran kemih), untuk memotong tumor atau membakar sel-sel kanker kandung kemih dengan arus listrik.
  • Setelah TURBT dilakukan, pasien mungkin disarankan untuk melakukan kemoterapi intravesikal, di mana obat kemoterapi disuntikkan langsung ke dalam kandung kemih melalui kateter.
  • Tindak-lanjut setelah terapi, karena kanker kandung kemih superfisial memiliki kecenderungan untuk kambuh.

Jika kanker kandung kemih sudah mencapai stadium lanjut (invasif), maka pilihan terapi berikut ini mungkin direkomendasikan:

  • Terapi biologis yang menggunakan bakteri BCG hidup yang sudah dilemahkan, untuk memicu respons kekebalan terhadap sel-sel kanker kandung kemih. Bakteri disuntikkan langsung ke dalam kandung kemih dengan menggunakan kateter.
  • Kemoterapi, dengan penyuntikkan obat kanker kandung kemih secara intravena agar beredar dalam darah dan mencapai hampir setiap organ dalam tubuh.
  • Sistektomi radikal, yaitu pembedahan yang mengangkat seluruh kandung kemih, Kelenjar getah bening di sekelilingnya, dan organ sekitar yang sudah terkena kanker. Dokter akan membuat kandung kemih pengganti yang baru dengan menggunakan sebagian usus kecil atau besar.
  • Radioterapi yang menggunakan sinar energi tinggi, digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dan meredakan gejala yang disebabkan oleh penyakit.

Melakukan deteksi dini dan mendapatkan prosedur diagnostik yang akurat adalah langkah kunci dalam mengantisipasi dan menghadapi kanker kandung kemih. Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kami untuk menentukan penanganan kanker kandung kemih yang terbaik untuk Anda.

This page has been reviewed by our medical content reviewers.

Need help?


For enquiries, please call
+65 6250 0000 (Orchard) or +65 6898 6898 (Novena)

For appointment bookings, please WhatsApp
+65 8111 7777 (Orchard) or +65 8111 5777 (Novena)