Demam Berdarah - Diagnosis & Penanganan

Bagaimana cara mendiagnosis demam berdarah?

Tes demam berdarah dilakukan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi virus dengue setelah terpapar serta menunjukkan tanda dan gejala penyakit. Infeksi sulit didiagnosis tanpa pemeriksaan laboratorium karena gejala awalnya mirip dengan gejala penyakit lainnya.

Dokter akan menilai gejala dan riwayat medis Anda. Jika dugaan klinis lebih mengarah ke demam berdarah, tes darah akan dilakukan. Ini termasuk hitung darah lengkap dan mungkin tes berikut:

  • Deteksi antigen virus dengue (NS1): Tes ini digunakan untuk mendeteksi protein NS1 virus dengue, yang disekresikan ke darah selama infeksi dengue. NS1 dapat terdeteksi selama fase infeksi virus dengue akut, umumnya selama periode demam atau hingga 7 hari pertama setelah timbul gejala. Pada rentang waktu ini, kepekaan tes NS1 sama dengan tes molekuler.
  • Pemeriksaan antibodi: Tes dengue ini digunakan untuk memeriksa antibodi IgM. IgM virus dengue dan antibodi penetral biasanya mulai terbentuk pada akhir minggu pertama sejak sakit. Pembentukan antibodi dimulai 4 – 5 hari setelah timbul gejala dan berlanjut selama sekitar 12 minggu setelahnya, tetapi bisa jadi lebih lama.
  • Tes dengue untuk antibodi IgG: Antibodi dihasilkan lebih lambat setelah terjadi infeksi. Biasanya, kadarnya akan meningkat jika terjadi infeksi akut, lalu stabil dan tidak berubah dalam jangka panjang. Setiap orang yang pernah terinfeksi virus dengue, sebelum akhirnya terjangkit kembali, sudah memiliki kadar antibodi IgG dalam darahnya.

Bagaimana cara menangani demam berdarah?

Segera kunjungi dokter jika merasa terkena demam berdarah.

Demam berdarah dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih kompleks, seperti demam berdarah dengue atau sindrom syok dengue (yang mengakibatkan perdarahan, sesak napas, dan tekanan darah rendah). Kondisi ini bisa mengancam jiwa jika tidak segera ditangani secara medis.

Tidak ada obat khusus untuk demam berdarah. Perawatan yang diberikan dimaksudkan hanya untuk meredakan gejala. Umumnya, Anda harus beristirahat dan menambah konsumsi air untuk menghindari dehidrasi akibat muntah dan demam tinggi.

Anda tidak boleh mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti aspirin dan ibuprofen, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan.

Segera kunjungi IGD terdekat jika gejala memburuk dan mengalami gejala berikut:

  • Nyeri perut hebat
  • Muntah atau mual terus-menerus
  • Muntah darah
  • Tubuh terasa teramat lesu
Halaman ini telah ditinjau oleh peninjau konten medis kami.

Perlu bantuan?


Untuk mengajukan pertanyaan, hubungi
+65 6575 7575

 

Untuk membuat janji temu, hubungi kami via WhatsApp di nomor
+65 8111 9777