Serangan Jantung - Pertanyaan Umum

Pertanyaan umum

J: Setelah terkena serangan jantung, Anda dapat pulih dan melanjutkan aktivitas normal dan rutin seperti sediakala.

Dengan diimbangi gaya hidup yang lebih sehat, seperti asupan makanan yang lebih seimbang dan pengelolaan stres, Anda dapat menjalani hidup seperti sediakala.

J: Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah serangan jantung, yaitu dengan mengelola faktor risiko yang dapat diubah, seperti diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk menekan risiko Anda terkena serangan jantung.

Mengubah gaya hidup juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan serangan jantung. Contohnya adalah dengan berhenti merokok, mengelola stres, kecemasan, dan depresi, berolahraga, serta memperbaiki pola makan.

J: Gejala serangan jantung ringan sama dengan kasus serangan jantung parah. Perbedaannya, kerusakan jantung yang terjadi lebih kecil setelah serangan jantung terjadi.

Seringan apa pun, semua serangan jantung harus ditangani dengan serius karena berisiko kambuh.

J: Setelah terjadi untuk pertama kalinya, serangan jantung berpotensi kambuh. Untuk mencegahnya, Anda harus menekan faktor risiko yang dapat diubah, seperti diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk menekan risiko kambuhnya serangan jantung.

Mengubah gaya hidup juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahannya. Contohnya adalah dengan berhenti merokok, mengelola stres, kecemasan, dan depresi, berolahraga, serta memperbaiki pola makan.

J: Serangan jantung dapat terjadi secara tiba-tiba atau dengan gejala yang berkembang secara perlahan sehingga tidak kentara. Biasanya, serangan jantung diawali dengan nyeri ringan dan rasa tidak nyaman.

Perhatikan gejalanya, misalnya:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada sehingga dada terasa seperti ditekan, diperas, atau dicengkeram, atau dada terasa berat
  • Pening atau pusing
  • Mual atau muntah
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada atau tubuh bagian atas yang mungkin menyebar hingga ke rahang atau lengan
  • Nyeri dada bagian tengah yang hebat dan berkepanjangan (terasa berat dan tertekan)
  • Sesak napas, yang mungkin terjadi tanpa atau diikuti nyeri dada

Jika merasa mengalami tanda-tanda serangan jantung, carilah pertolongan medis darurat dan segera datangi IGD terdekat.

J: Jika Anda mengalami tanda-tanda serangan jantung, segeralah ambil tindakan.

Segera hubungi layanan gawat darurat atau minta orang lain di sekitar Anda untuk menghubunginya.

Jelaskan gejala Anda kepada operator. Jika gejala Anda mengarah ke serangan jantung, paramedis akan dapat memulai penanganan segera setelah mereka tiba di lokasi. Ini adalah langkah tercepat untuk mendapatkan penanganan demi menyelamatkan nyawa Anda.

Selagi menunggu ambulans tiba:

  • Minumlah aspirin, kecuali jika Anda alergi terhadap aspirin. Aspirin akan membantu mengencerkan darah dan mencegah pembesaran gumpalan darah di aorta.
  • Minumlah nitrogliserin jika dokter pernah meresepkan obat ini untuk Anda. Obat ini membantu meredakan nyeri untuk sementara. Namun, nitrogliserin tidak menghentikan serangan jantung dan Anda tetap harus menerima perawatan medis secepat mungkin.
  • Jangan sering-sering batuk. 'Batuk dapat membantu pasien serangan jantung' adalah mitos belaka.
  • Jangan sekali-kali mencoba melakukan CPR jika pasien serangan jantung masih mampu berbicara dan bernapas dengan lancar. CPR hanya perlu dilakukan jika jantung penderita berhenti berdetak (dikenal dengan sebutan henti jantung).

J: Saat mengalami serangan jantung, konsumsi aspirin dapat membantu membatasi kerusakan pada jantung. Cara kerjanya adalah dengan menghambat trombosit, yaitu kepingan kecil sel darah yang memicu penggumpalan darah dan penyumbatan pada arteri.

Konsumsi aspirin harian juga dapat mencegah serangan jantung pada orang dengan faktor risiko tinggi. Namun, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi aspirin untuk mencegah serangan jantung.

J: Pasien mungkin saja sesekali merasa tidak nyaman pada bagian dadanya dan gejala tersebut terasa hingga berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu sebelum akhirnya terjadi serangan jantung. Perhatikan tanda dan gejala awalnya, di antaranya:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada sehingga dada terasa seperti ditekan, diperas, atau dicengkeram, atau dada terasa berat
  • Pening atau pusing
  • Mual atau muntah
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada atau tubuh bagian atas yang mungkin menyebar hingga ke rahang atau lengan
  • Nyeri dada bagian tengah yang hebat dan berkepanjangan (terasa berat dan tertekan)
  • Sesak napas, yang mungkin terjadi tanpa atau diikuti nyeri dada

J: Ya, orang yang berusia muda juga dapat terkena serangan jantung. Walaupun jarang terjadi, orang yang berusia di bawah 40 tahun juga tetap dapat terkena serangan jantung jika ada gabungan dari beberapa faktor risiko berikut:

J: Tidak.

J: Fluktuasi tekanan darah selama terjadinya serangan jantung tidak dapat diprediksi. Beberapa orang mengalami peningkatan, penurunan, atau perubahan yang tidak signifikan pada angka tekanan darahnya. Dokter biasanya akan memperhatikan gejala lain untuk menilai serangan jantung.

J: Nyeri punggung dan khususnya nyeri pada bagian atas punggung bisa jadi merupakan tanda serangan jantung, terutama pada wanita.

Jika merasakan gejala ringan serangan jantung, konsultasikan kepada dokter spesialis jantung agar dapat dilakukan pemeriksaan medis dan fisik secara menyeluruh.

J: Serangan jantung tanpa gejala kentara terjadi ketika pasien tidak mengalami gejala serangan jantung yang parah, seperti nyeri dada hebat, keringat dingin, dan mual. Kasus ini lebih sering ditemukan pada pasien lansia dan penderita diabetes.

Pasien mungkin tidak merasakan apa pun, tetapi mereka sering kali mengalami gejala ringan sebagai berikut:

  • Rasa tidak nyaman pada punggung, lengan, rahang, atau dada
  • Pening atau pingsan
  • Rasa lelah berlebihan dan sesak napas setelah bergerak sedikit
  • Nyeri ulu hati atau sakit perut

Walaupun serangan jantung jenis ini biasanya tidak diikuti dengan gejala pada umumnya, penyebabnya tetap sama, yaitu penyumbatan aliran darah menuju otot jantung. Jika aliran darah tidak segera dipulihkan, jaringan jantung yang terdampak akan rusak dan pada akhirnya mati.

J: Seseorang bisa saja terlihat sehat dari luar, tetapi ternyata arterinya bermasalah, seperti tersumbat atau berkembang menjadi penyakit. Hal tersebut dan gangguan kesehatan yang tidak diketahui lainnya dapat menyebabkan serangan jantung pada orang yang terlihat sehat.

Halaman ini telah ditinjau oleh peninjau konten medis kami.

Perlu bantuan?


Untuk mengajukan pertanyaan, hubungi
+65 6575 7575

 

Untuk membuat janji temu, hubungi kami via WhatsApp di nomor
+65 8111 9777