Kanker Kolorektal (Kolon & Rektum) - Gejala & Penyebab

Apa Itu Kanker Kolorektal?

Kanker kolorektal dapat mencakup kanker kolon dan/atau kanker rektum. Kanker kolorektal disebabkan oleh pertumbuhan abnormal dalam kolon (bagian terpanjang dari usus besar) atau rektum (bagian akhir dari usus besar sebelum anus).

Kebanyakan kanker kolorektal berawal sebagai polip kolorektal, baik berupa polip usus ataupun polip anus. Polip ini sebenarnya bersifat jinak atau nonkanker, tetapi sebagian polip dapat mengalami mutasi DNA sehingga berkembang secara abnormal dan menjadi kanker. Kemungkinan berkembangnya kanker dari polip kolorektal bergantung pada jenis polip itu sendiri, yang dapat dibedakan menjadi:

  • Polip adenoma, merupakan tumor jinak yang dimulai dari jaringan epitel. Polip ini berpotensi menjadi sel kanker sehingga dapat disebut sebagai kondisi prakanker.
  • Polip hiperplastik, merupakan polip yang cukup umum terbentuk dan memiliki kemungkinan kecil untuk berubah menjadi kanker lebih kecil.

Sedangkan dari sisi perkembangannya, kanker kolorektal dapat dibagi menjadi beberapa kondisi seperti berikut:

  • Stadium 0. Kanker terdapat pada lapisan terdalam dinding kolon.
  • Stadium 1. Kanker sudah menembus lapisan kedua (mukosa) dan menyebar ke lapisan ketiga (submukosa), tetapi belum menyebar ke luar dinding kolon.
  • Stadium 2. Kanker menyebar ke luar dinding kolon, dan mungkin sudah menyebar ke organ terdekat, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3. Kanker sudah menyebar ke luar dinding kolon serta ke satu atau lebih kelenjar getah bening.
  • Stadium 4. Kanker sudah menembus dinding kolon, dan menyebar ke organ yang relatif jauh dari usus besar, seperti hati atau paru-paru.

Menurut data Globocan per tahun 2020, kanker kolorektal menempati posisi 4 sebagai jenis kasus kanker baru yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Kanker ini cenderung lebih berisiko diidap oleh pria dan berada di urutan kedua persis di bawah kanker paru-paru.

Apa Gejala Kanker Kolorektal?

Gejala kanker kolorektal sangat bergantung pada ukuran, letak kanker, dan stadiumnya. Gejala kanker kolon secara umum meliputi:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau konstipasi).
  • Merasa mual atau muntah-muntah.
  • Merasa bahwa BAB belum tuntas sepenuhnya.
  • Merasa letih setiap saat.
  • Terdapat bercak darah (baik merah menyala atau sangat pekat) dalam feses.
  • Perut kram atau sering mengalami sakit saat buang gas.
  • Merasa perut kembung atau terlalu kenyang.
  • Berat badan menyusut tanpa ada alasan jelas.

Apa Penyebab Kanker Kolorektal?

Penyebab kanker kolorektal adalah pertumbuhan sel abnormal yang berkembang menjadi kanker. Namun, alasan yang memicu keabnormalan tersebut belum diketahui dengan pasti. Para ahli menduga bahwa penyebab kanker kolon dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan.

Apa Faktor Risiko Kanker Kolorektal?

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal, di antaranya:

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Memiliki polip kolorektal.
  • Memiliki riwayat kanker kolorektal dalam keluarga.
  • Genetik, seperti misalnya sindrom Lynch dapat meningkatkan risiko terhadap kanker kolorektal.
  • Memiliki tukak lambung atau penyakit Crohn (peradangan kolon).
  • Pernah terkena kanker sebelumnya.
  • Terpapar radiasi, termasuk sinar-X dari radioterapi pada bagian perut yang dapat memicu mutasi gen.
  • Gaya hidup tidak sehat (terkait pola makan, olahraga, dan kebiasaan merokok).

Apa Komplikasi Kanker Kolorektal?

Komplikasi akibat kanker kolorektal mencakup obstruksi, perdarahan saluran cerna bagian bawah, dan perforasi kolon. Komplikasi juga dapat diakibatkan setelah tindakan operasi, seperti infeksi, risiko kebocoran anastomosis, perdarahan, tromboemboli, dan komplikasi pascaradiasi ataupun kemoterapi.

This page has been reviewed by our medical content reviewers.

Need help?


For enquiries, please call
+65 6250 0000 (Orchard) or +65 6898 6898 (Novena)

For appointment bookings, please WhatsApp
+65 8111 7777 (Orchard) or +65 8111 5777 (Novena)