Transplantasi Ginjal

Bagian dari: Transplantasi

Saat ginjal yang berpenyakit tidak bisa berfungsi dengan baik, zat buang yang dihasilkan oleh tubuh dan cairan serta elektrolit dalam kadar yang membahayakan akan menumpuk di dalam tubuh.

Penyakit ginjal kronis dapat mengakibatkan gagal ginjal, yakni salah satu atau kedua ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik secara mandiri.

Saat terjadi gagal ginjal, ada dua opsi perawatan yang diberikan: dialisis dan transplantasi.

Dialisis ginjal

  • Hemodialisis
    Mesin dialisis memfilter darah dan memasukkannya lagi ke tubuh lewat pembuluh darah di lengan pasien. Perawatan ini dijalankan di pusat dialisis atau di rumah 3 kali seminggu dan berlangsung selama 4 jam per sesi.
  • Dialisis peritoneal
    Slang permanen dimasukkan lewat bedah ke perut untuk memompa dan menguras 1,5–2 liter larutan ke dalam tubuh. Perawatan ini dijalankan di rumah 4 kali sehari.

Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal tergolong operasi besar. Dalam prosedur ini, pasien menerima ginjal baru dari donor hidup atau yang sudah meninggal.

Dengan transplantasi ginjal, kualitas hidup Anda akan meningkat. Anda tidak akan lagi merasakan sakit dan repotnya dialisis serta memiliki lebih sedikit pantangan makan. Ginjal yang berfungsi dengan baik membantu tubuh meregulasi cairan dan elektrolit sekaligus memproduksi hormon yang dibutuhkan demi tulang yang sehat dan kelancaran produksi sel darah merah. Pasien wanita juga dapat merencanakan kehamilan.

Transplantasi ginjal yang dilakukan secara efektif adalah bentuk perawatan unggulan untuk menangani gagal ginjal stadium akhir.

Apa saja jenis transplantasi ginjal?

Di Singapura, ada 2 jenis donor ginjal:

  • Donor hidup
  • Donor yang sudah meninggal

Pada transplantasi ginjal dengan donor hidup (LDKT), satu ginjal dari orang yang hidup dan sehat (donor) diangkat dan dipasang di tubuh orang yang mengalami penyakit ginjal stadium akhir (resipien). Prosedur ini biasanya dilakukan tanpa mengangkat ginjal resipien.

Di Singapura, ada kesenjangan jumlah antara permintaan organ dan ketersediaan organ dari donor yang sudah meninggal. Akibatnya, waktu tunggu pun menjadi lama guna mendapatkan ginjal yang cocok untuk transplantasi dari donor yang sudah meninggal.

Keberadaan donor ginjal hidup krusial untuk mengatasi masalah kekurangan organ saat ini. Dibandingkan dengan transplantasi ginjal dari donor yang sudah meninggal, transplantasi ginjal dengan donor hidup juga menghasilkan cangkok yang lebih berkualitas dan meningkatkan potensi kelangsungan hidup pasien.

Mengapa transplantasi ginjal dengan donor hidup (LDKT) penting?

Pada transplantasi ginjal dengan donor hidup (LDKT), ginjal yang sehat diangkat dari donor hidup dan dipasang ke tubuh pasien untuk menggantikan fungsi ginjal yang berpenyakit. Ginjal baru, baik yang didonorkan oleh keluarga, teman, maupun sukarelawan yang sama sekali tak memiliki hubungan dengan pasien, bisa menyelamatkan nyawa.

Dengan LDKT, waktu tunggu untuk mendapatkan ginjal lebih singkat dibandingkan saat menunggu ginjal dari donor yang sudah meninggal, potensi kelangsungan hidup lebih tinggi, dan tanggal transplantasi bisa dijadwalkan dengan fleksibel. Sejumlah pasien juga dapat menjalani transplantasi ginjal yang tidak kompatibel dengan golongan darah.

Tingkat kesintasan LDKT terhitung tinggi di Singapura, yakni 93,6% setelah 5 tahun dan 85,3% setelah 10 tahun*.

Ketahui selengkapnya tentang transplantasi ginjal dengan donor hidup.

Sumber: Singapore Renal Registry Annual Report 2019

Siapa yang cocok menjalani transplantasi ginjal dengan donor hidup (LDKT)?

Prosedur ini mungkin tidak cocok untuk pasien yang memiliki:

  • Gangguan medis yang menimbulkan risiko sangat tinggi lewat bedah
  • Obesitas ekstrem

Siapa yang bisa menjadi donor ginjal hidup?

Jika ingin mendonorkan ginjal, Anda harus:

  • Menjalani penilaian yang dilakukan oleh tim dokter independen, yang meliputi pemeriksaan darah dan urine, guna memastikan kelayakan medis untuk menjadi donor ginjal.
  • Diwawancarai oleh koordinator transplantasi dan pekerja sosial untuk mengonfirmasi latar belakang sosial-ekonomi dan motivasi melakukan donasi ginjal.

Ketahui selengkapnya tentang kelayakan dan cara menjadi donor.

Seperti apa rasanya menjadi pasien LDKT?

Di Mount Elizabeth, tim perawatan khusus kami untuk transplantasi akan memberikan perawatan personal selama proses transplantasi. Kami akan mendampingi Anda sebelum, selama, dan sesudah bedah serta memberi Anda dan keluarga dukungan dan informasi yang diperlukan di tiap tahapan.

Berikut adalah proses transplantasi hati dengan donor hidup:

  1. Mencari donor ginjal hidup yang cocok dan sehat. Langkah pertama dalam proses ini adalah menemukan kandidat yang cocok. Orang ini bisa jadi merupakan keluarga terdekat, kerabat, atau teman dekat.
  2. Menjalani penilaian pra-transplantasi menyeluruh untuk menentukan kelayakan Anda dan donor. Anda dan donor akan menjalani pemeriksaan medis dan evaluasi psikososial ketat.
  3. **Menemui donor bersama anggota keluarga ** untuk diskusi bersama.
  4. Mempersiapkan diri dengan mengonsumsi obat-obatan untuk memastikan Anda sehat prima sebelum menjalani transplantasi.
  5. Meminta persetujuan dari Transplant Ethics Committee (TEC) sebagaimana dipersyaratkan Undang-Undang Transplantasi Organ Manusia (HOTA) dari Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) Singapura. Setelah pengajuan disetujui oleh TEC, akan ada masa tenang selama 1 minggu yang bersifat wajib bagi donor. Transplantasi paling cepat dapat dilangsungkan 1 minggu setelah tanggal persetujuan. Jika sedang menjalani dialisis, Anda harus meneruskannya hingga tanggal bedah tiba.
  6. Menjalani bedah transplantasi. Transplantasi ginjal dengan donor hidup merupakan prosedur yang kompleks dan perlu perhatian khusus. Durasinya berlangsung selama 3–4 jam. Ketahui selengkapnya tentang proses selama dan sesudah bedah.
  7. Proses pascabedah transplantasi dan perawatan. Anda akan mulai merasa kualitas hidup makin baik terutama setelah sebulan sejak menjalani LDKT. Jika proses pemulihan berjalan baik, Anda dapat kembali bekerja dan melanjutkan aktivitas normal dalam waktu beberapa bulan.
    Dokter akan menjadwalkan janji temu sebanyak 2–3 kali seminggu untuk memeriksa proses pemulihan selama sebulan pertama pascabedah. Dokter akan terus memantau Anda secara intensif dan menjadwalkan janji temu rutin untuk memeriksa fungsi ginjal. Frekuensi peninjauan klinis akan berkurang seiring waktu.

Tim perawatan transplantasi ginjal kami

Di Mount Elizabeth Hospital, tim transplantasi ginjal kami memanfaatkan pengalaman puluhan tahun dan pengetahuan teknisnya untuk merawat dan membantu pasien transplantasi ginjal di Singapura sekaligus memungkinkan mereka hidup lebih lama dan menikmati hidup yang lebih berkualitas.

Anda akan ditangani oleh tim kami yang ahli dan simpatik yang terdiri atas sekelompok ahli medis dari berbagai bidang ilmu, di antaranya dokter transplantasi ginjal, spesialis urologi, spesialis nefrologi, dokter bedah umum, dan spesialis anestesi.

Selain itu, Anda juga didukung oleh:

  • Koordinator transplantasi klinis yang berperan penting dalam komunikasi dengan pasien dan donor untuk mendukung segala aspek proses transplantasi
  • Pekerja sosial yang dapat memberi dukungan emosional dan tips kepada pasien untuk memenuhi semua kebutuhan psikososial atau finansial

Semua anggota tim kami akan bersinergi untuk memberikan perawatan yang komprehensif, simpatik, dan personal bagi pasien transplantasi hati.


Tim inti kami

null
Dr Lye Wai Choong

Spesialis ginjal

null
Dr Angeline Goh

Spesialis ginjal

null
Dr Ho Chee Khun

Spesialis ginjal

null
Dr Liew Seng Teck, Adrian

Spesialis ginjal

null
Dr Wu Yik-Tian, Akira

Spesialis ginjal

null
Dr Tan Eng Choon

Spesialis urologi

null
Dr Liew Choon How, Lewis

Spesialis urologi

null
Dr Tan Khiaw Ngiap, James

Spesialis urologi

null
Dr Li Man Kay

Spesialis urologi

null
Dr Wong Yuet Chen, Michael

Spesialis urologi

null
Dr Abu Rauff

Dokter bedah umum

null
Dr Jong Khi Min Winston

Spesialis anestesi

Ciutkan Semua
Perluas Semua

Informasi selengkapnya untuk resipien LDKT

Jika Anda merupakan pasien yang tengah menimbang transplantasi ginjal dengan donor hidup (LDKT) sebagai pilihan, mungkin ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran di benak Anda. Berikut adalah beberapa jawaban untuk pertanyaan yang umum diajukan.

Beberapa komplikasi yang mungkin dialami resipien LDKT meliputi:

  • Jika tubuh tidak mengenali ginjal yang baru, sistem imun mungkin menyerangnya dan mengakibatkan penolakan transplantasi akut.
  • Penggunaan obat imunosupresan dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit lain. Pengobatan juga mungkin menimbulkan efek samping, seperti timbulnya diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Resipien juga mungkin menjadi lebih berisiko mengalami kanker, khususnya kanker yang diakibatkan oleh virus tertentu.
  • Risiko selama bedah mencakup penggumpalan darah, perdarahan, atau infeksi.

Untuk pasien warga Singapura, hubungi kantor eksekutif Transplant and Cellular Therapy (TACT) melalui email sg.tact.executiveoffice@parkwaypantai.com untuk informasi selengkapnya.

Untuk pasien internasional, hubungi kantor internasional kami. Perwakilan kami akan menjawab pertanyaan Anda seputar transplantasi.

Setelah menemukan donor ginjal hidup yang cocok, Anda dan donor akan menjalani evaluasi pratransplantasi yang dipandu oleh tim transplantasi. Anda harus sehat dan siap secara psikis dan mental untuk LDKT. Sementara itu, Anda harus lanjut menjalani dialisis (jika sudah menjalani dialisis) hingga tanggal bedah tiba. Anda mungkin perlu mengubah gaya hidup (mis. berhenti merokok, menerapkan pola makan sehat, dan berolahraga) atau minum obat-obatan untuk memastikan Anda sehat prima sebelum transplantasi.

Ketahui cara mempersiapkan diri untuk transplantasi ginjal dengan donor hidup.

Anda perlu menjalani pemeriksaan lengkap untuk memastikan keberhasilan transplantasi. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Golongan darah dan uji silang serasi untuk memastikan kecocokan dengan donor. Jika golongan darah donor ginjal hidup tidak cocok, Anda masih bisa menjalani LDKT dengan golongan darah yang tidak cocok, tetapi prosedur ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap penolakan ginjal baru.
  • Pemeriksaan Antibodi HLA
  • Pemeriksaan jenis jaringan
  • Rontgen dada, elektrokardiogram (EKG), dan pemindaian jantung lainnya
  • Pemeriksaan fisik komprehensif
  • Evaluasi kesehatan mental

Meski kedua ginjal resipien rusak, hanya satu ginjal donor yang dibutuhkan untuk menggantikannya. Ginjal yang terkena penyakit biasanya tidak diangkat saat LDKT.

Prosedur transplantasi ginjal dapat berlangsung selama 3–4 jam. Selama prosedur, spesialis bedah akan memasang ginjal donor di tubuh resipien lewat sayatan yang dibuatnya di perut bagian bawah.

Pembuluh darah dan uretra dari ginjal donor akan disambungkan. Setelah keduanya tersambung dan berfungsi dengan baik, sayatan akan ditutup.

Setelah menjalani prosedurnya, Anda akan:

  • Dirawat inap di rumah sakit selama 10 hari untuk pemantauan dan melanjutkan perawatan dari tim transplantasi Anda.
  • Menjalani proses pemulihan di rumah selama beberapa minggu dan periksa kontrol ke dokter 2–3 kali seminggu pada bulan pertama. Kesehatan ginjal baru Anda akan dipantau ketat lewat peninjauan klinis rutin yang frekuensinya akan berkurang seiring waktu.
  • Lebih rentan terhadap infeksi, khususnya dalam beberapa bulan pertama. Anda perlu lebih berhati-hati saat bertemu dengan orang lain, menghindari makan makanan mentah, dan segera mendapatkan perawatan begitu ada tanda-tanda infeksi.

Dalam sekitar sebulan pascatransplantasi, kualitas hidup Anda akan meningkat. Selain harus mengonsumsi obat imunosupresan seumur hidup (untuk mencegah tubuh menolak ginjal baru), Anda sebaiknya berolahraga teratur dan menerapkan pola makan sehat dengan banyak makanan alami penuh nutrisi supaya tetap sehat prima.

Pasien wanita mungkin mengalami periode menstruasi yang lebih teratur. Meskipun ini berarti Anda punya peluang lebih besar untuk hamil, disarankan untuk menunda kehamilan hingga setahun setelah transplantasi. Sampaikan kepada dokter bedah transplantasi jika Anda berencana memiliki keturunan agar peluang kehamilan yang aman nan mulus lebih besar.

Ketahui selengkapnya tentang transplantasi ginjal dengan donor hidup.

Informasi tambahan untuk donor LDKT

Sebagai donor ginjal potensial, Anda tentu memiliki kekhawatiran tersendiri. Berikut adalah beberapa jawaban untuk pertanyaan yang umum diajukan.

Anda dapat menjalani hidup normal dengan satu ginjal. Secara umum, kesehatan, energi, dan usia Anda tidak akan terpengaruh secara signifikan. Kebanyakan donor ginjal malah hidup selama atau lebih lama dari orang-orang pada umumnya.

Namun, ada beberapa potensi risiko yang dihadapi donor LDKT.

  • Risiko kematian, 3–5 dari 1.000 donor hidup.
  • Potensi gagal ginjal prematur, sekitar 0,3% setelah 15 tahun.
  • Peningkatan risiko hipertensi dan/atau tingginya kadar protein dalam urine pada kemudian hari.
  • Donor wanita jadi agak lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Remburs dapat diberikan untuk biaya pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan laboratorium, operasi donor ginjal, dan pemeriksaan tindak lanjut pascaprosedur sesuai dengan Undang-Undang Transplantasi Organ Manusia (HOTA). Jika Anda merupakan wiraswasta atau pekerja harian, Anda juga memenuhi syarat untuk menerima kompensasi dalam jumlah terbatas atas hilangnya pendapatan selama prosedur.

Setelah resipien yang cocok ditemukan, Anda dan resipien akan menjalani penilaian ketat sehubungan dengan kecocokan psikososial dan fisik. Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan agar kondisi kesehatan tetap optimal untuk menjalani transplantasi. Pemeriksaan medis yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah dan urine.

Prosedur transplantasi ginjal dapat berlangsung selama 3–4 jam. Selama prosesnya, salah satu ginjal diangkat untuk langsung ditransplantasikan. Prosedur ini dapat berupa bedah terbuka lewat sayatan sepanjang 12–18 cm yang dibuat di perut, atau berupa operasi lubang kunci (bedah laparoskopi) yang sifatnya invasif minimal dengan membuat 2 atau 3 sayatan sepanjang 1 cm dan insisi sepanjang 6 cm di bagian bawah perut.

Setelah menjalani bedah, Anda akan dipantau dan dirawat inap di rumah sakit selama 5–7 hari.

Di masa pemulihan awal, Anda mungkin mengalami nyeri dan rasa tidak nyaman. Ini dapat diatasi dengan obat pereda nyeri. Anda akan memakai kateter urine selama beberapa hari.

Anda dapat beraktivitas seperti biasa setelah 6–8 minggu. Kesehatan ginjal Anda akan terus dipantau melalui pemeriksaan darah dan urine setiap tahun.

Halaman ini telah ditinjau oleh peninjau konten medis kami.